Cara Mengetahui Rumah Pilihan Anda Benar-Benar Bebas Banjir
Rumah Bebas Banjir (Foto: rm)

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Rumah bebas banjir memang jadi salah satu pertimbangan utama konsumen. Hal tersebut tentu untuk menghindari mendapat rumah di daerah yang dilanda banjir saat musim hujan tiba.

Untuk warga Jakarta, banjir adalah musibah yang telah dianggap biasa seperti ‘tamu tahunan bahkan bulanan’. Pemerintah lewat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus menyelesaikan sodetan Ciliwung ke Kanal Banjir Timur.

Sodetan yang dibuat dari pipa besar tersebut masing-masing berdiameter dalam 3,5 meter dan diameter luar 4,05 meter. Targetnya pembangunan sodetan akan selesai di bulan Desember 2016 dan mulai beroperasi pada awal 2017.

Berita bagus ini seharusnya didapatkan juga oleh kota lain di luar Jakarta. Sebelumnya, lokasi premium di Bandung yaitu Pasteur minggu lalu dilanda banjir setinggi 2 meter. Banjir yang melanda ini menurut pihak terkait, dikarenakan buruknya drainase di kawasan itu.

Memilih rumah bebas banjir akan sangat mudah jika mengincar wilayah premium. Akan tetapi faktanya, kawasan terpopuler seperti Kemang dan Cipete juga pernah dilanda banjir.

Saat dihubungi pers pada Senin, 31/10, Direktur Development and Design PT. Dewata Joso Property, Bintang Archidenta mengatakan bahwa kawasan prestise juga tak menjamin rumah pilihan Anda terhindar dari genangan air.

“Kuncinya adalah riset. Oleh karena itu, sebelum membeli rumah penting untuk memastikan apakah kawasan ini pernah dilanda banjir. Tanyakan hal ini kepada Rukun Tetangga/Rukun Warga setempat. Kalau perlu, tanya beberapa tetangga sekitar untuk mengonfirmasi kebenarannya,” paparnya.

Keterangan lengkap itu akan membahas berbagai hal yang berhubungan dengan suatu proyek, meliputi apartemen, rumah, serta ruko dengan penjelasan mengenai situasi lokasi dan propertinya. Bahkan Anda juga dapat mengetahui perbandingan harga properti di lokasi sama berdasarkan ulasan tersebut.

Apabila membeli rumah dari pengembang (developer), lanjut Bintang, sebaiknya mencari cluster dengan konsep saluran airnya telah tertutup.

“Hindari klaster yang gorong-gorong di depan rumahnya masih menganga. Selain untuk tujuan estetika kompleks huniannya, selokan yang tertutup mencegah sampah masuk ke sana, baik disengaja maupun tidak disengaja oleh penghuninya,” jelasnya.

Kompleks hunian pun bisa saja tergenang banjir bila terdapat masalah sampah menumpuk di saluran. Meski demikian, banjir mungkin tak separah seperti kawasan yang diterjang banjir karena jebolnya tanggul.

“Tidak hanya perhatikan kondisi dalam perumahan, tapi juga di luar perumahan yang Anda incar. Cek apakah kondisi drainase lingkungannya dalam keadaan baik atau sedikit buruk,” ungkapnya.

Kebersihan sampah yang tak benar juga menyebabkan tersumbatnya sistem drainase. Selanjutnya masalah tersebut dapat menyebabkan meluapnya air, akibat dari kurangnya debit air yang bisa ditampung dan tersalurkan oleh drainase.

Pertambahan jumlah penduduk ternyata juga salah satu masalah untuk daya tampung drainase. Bertambahnya jumlah penduduk berarti bertambah pula infrastruktur yang disertai jumlah limbah.

“Satu yang jarang terpikirkan konsumen saat cari rumah bebas banjir adalah tidak memerhatikan kehadiran pasukan bersih di lokasi idaman. Padahal, rutinnya pasukan bersih berkunjung, sama dengan minimnya risiko banjir melanda lokasi tersebut,” imbuh Bintang.

(rm)