Cara Jitu Agar Uang Booking Fee Anda Tidak Hangus
Bayar Booking Fee (Foto: koransindo)

 

INAPEX.co.id, – Beberapa orang mungkin pernah kehilangan uang booking fee. Biasanya jumlah uang tersebut mulai dari Rp.1 juta sampai Rp.20 juta tergantung kebijakan masing-masing pengembang dan harga rumah yang Anda beli.

Booking fee yang dimaksud adalah uang awal Anda benar-benar menginginkan rumah yang telah dipilih.

Proses selanjutnya ialah mengumpulkan berkas untuk diteruskan ke pihak bank agar konsumen memperoleh sistem KPR atau KPA.

“Saya kesal sekali, uang booking fee yang sudah dibayarkan kepada pegembang ternyata tidak bisa dikembalikan karena gagal BI Checking. Padahal, dalam pembicaraan sebelumnya, mereka mengatakan bahwa booking fee akan hangus apabila pihak pembeli membatalkan pembelian secara sepihak,” papar Hendra Almahri, seorang guru SMP Islam di daerah Ciganjur, pernah mengalami pengalaman buruk saat membeli rumah saat dihubungi pers.

Wakil Ketua Umum DPP APERSI, Vidi Surfiadi mengaku bahwa kebijakan booking fee merupakan kebijakan masing-masing pengembang.

“Pembayaran booking fee sebenarnya bisa dikatakan sebagai uang operasional pertama saat pengembang mulai mempersiapkan rumah yang hendak dipesan oleh konsumen. Pada prosesnya, sangat wajar bila sudah ada alokasi baik material maupun sumber daya manusia yang sudah terpakai,” jelas Vidi.

Vidi juga menegaskan bahwa semua proses pembayaran jual-beli properti harus disepakati oleh kedua belah pihak. Artinya, ada transformasi kejelasan tentang pembayaran booking fee itu sendiri.

Agar Anda tak mengalami nasib serupa Hendra, cermati lima langkah cerdas berikut supaya terhindar dari hangusnya booking fee:

1. Informasi lengkap hunian yang ingin dibeli.

Cari tahu terlebih dahulu informasi detail rumahnya. Pastikan juga Anda benar-benar menyukai rumah ini. Rumah idaman yakni rumah yang mempunyai fasilitas lengkap, kualitas bangunan baik, lingkungan kondusif, dan dekat dengan fasilitas umum lainnya.

Jangan pernah hanya melihat dari segi harga murahnya saja, namun ternyata akses menuju ke sana masih sangat sulit atau jauh dari fasilitas umum lainnya.

2. Mempunyai banyak hutang

Pastikan Anda tak memiliki hutang dalam jumlah banyak. Jenis utang misalnya berupa Kredit Tanpa Agunan (KTA), kendaraan, gadget, elektronik dan lain sebagainya.

Masing-masing utang mempunyai penilaian tersendiri bagi pihak bank. Akan tetapi, agar aman sebaiknya Anda tak mempunyai utang yang tertunggak. Lebih bagus tidak memiliki utang sepeser pun.

3. Lakukan BI Checking sendiri

Proses inilah yang dapat menyebabkan hangusnya booking fee Anda sendiri. Hasil BI Checking bisa bervariasi, baik itu penurunan plafon yang membebankan uang muka atau penolakan seluruhnya kepemilikan rumah secara kredit.

Sebelum membayar booking fee sebenarnya Anda juga dapat melakukan proses ini sendiri. Caranya datangi kantor bank yang sesuai dengan rekening tabungan Anda. Proses tersebut tak begitu menghabiskan waktu banyak. Paling lama hanya 1 hari saja.

4. Mintalah simulasi perhitungan KPR kepada pihak bank.

Nantinya dalam tahap ini Anda akan ditanya terkait informasi perumahan yang akan dibeli, misalnya harga atau lokasi. Pihak bank juga akan menyesuaikannya dengan kondisi pendapatan setiap bulan yang sudah terlampir pada rekening koran Anda.

5. Gali Informasi Terkait Kebijakan Pengembang atas Pembayaran.

Langkah ini merunut dari pendapat Vidi Surfiadi yang menjelaskan bahwa setiap pengembang mempunyai kebijakan yang beragam terkait pemberlakuan booking fee.

Tak ada salahnya datang ke kantor pemasaran untuk bertemu dengan manajer atau pemilik proyeknya langsung. Utarakan niat Anda membeli rumah tersebut, dan pastikan informasi yang dipaparkan sudah benar dan sesuai dengan keuangan Anda.

(rmh)