Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat meninjau terowongan MRT. (Foto: setkab)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Sudah mencapai 74%, ini progres pembangunan proyek mass rapid transit (MRT) Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI) berjalan sesuai rencana.

Menurut Direktur Utama PT MRT Jakarta William P. Sabandar, proyek ini ditargetkan rampung pada Maret 2019 mendatang. Kini MRT Jakarta sudah mulai membahas pembangunan MRT tahap II rute Bundaran HI-Kampung Bandan.

“MRT fase II panjangnya 8,3 km dan saat ini sudah dimulai tahapan feasibility study. Rencananya groundbreaking fase kedua akan dilakukan tahun depan pararel dengan pengoperasian fase pertama,” ujarnya, belum lama ini.

Pada fase II akan ada 8 stasiun di bawah tanah (underground) mulai dari Sarinah, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, Kota, dan Kampung Bandan. Total anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan konstruksi fase II lebih Rp25 triliun.

William menyebutkan pihaknya juga melakukan berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan terus mempercepat tahapan basic engineering design-nya. Pembangunan tahap II akan tersambung dengan MRT Lebak Bulus-Bundaran HI yang memiliki 7 stasiun layang dan 6 stasiun bawah tanah.

“Trial run untuk fase pertama targetnya akhir tahun depan dan semoga bisa pararel dengan groundbreaking fase kedua. Untuk (persiapan pengoperasian) fase pertama kita akan datangkan 96 kereta dari Jepang yang dibagi 16 rangkaian, 14 dioperasionalkan, 2 untuk cadangan,” imbuhnya.

Sementara itu, untuk rencananya akan dibangun Apartemen diatas Kantor PT Mass Rapid Transit (MRT) di Lebak Bulus Jakarta Selatan tersebut bakal menggandeng PT Jakarta Propertindo (Jakpro). William Sabandar membenarkan, tentang rencananya itu. Bangunan apartemen tersebut dipastikan akan dikembangkan diatas lahan seluas 1.000 meter persegi.

“Jadi tadi disepakati untuk membangun kantor MRT di kawasan Depo Lebak Bulus. Nantinya kantor MRT akan butuh sekitar tujuh lantai. Atasnya nanti bisa dikerjasamakan dan dibisniskan dengan membangun apartemen,” ucap William.

William menambahkan, proyek ini ditargetkan rampung pada Maret 2019. Saat ini, pihaknya fokus menyelesaikan pembangunan depo MRT terlebih dahulu. “Kita berharap konstruksi selesai dulu. Begitu nanti pembangunan depo MRT selesai, kita baru proses pembangunan apartemennya supaya tidak terganggu,” kata William.