Presiden RI Joko Widodo (Foto: setkab)
Presiden RI Joko Widodo dan Presiden Perancis Francois Hollande. (Foto: setkab)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Sedikitnya 40 pengusaha asal Perancis ikut investasi dibidang infrastruktur, energi, serta dibidang ritel di Indonesia hingga mencapai 2,6 miliar dollar AS.

Bahkan ramainya investor yang datang tersebut juga disambut antusias oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) usai menerima kunjungan Presiden Perancis Francois Hollande.

“Baru saja saya telah melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Hollande dan kami sepakat untuk memperkuat komitmen kedua negara dalam meningkatkan hubungan baik,” kata Presiden Jokowi melalui konperensi pers bersama Presiden Perancis Francois Hollande usai menyaksikan penandatangan kerja sama bilateral kedua negara, di Istana Merdeka, Jakarta, belum lama ini.

 

Selain kerja sama bilateral, Indonesia dan Perancis juga akan melakukan kerja sama yang sangat erat di berbagai isu internasional, antara lain isu kemerdekaan Palestina, pasukan perdamaian dunia, dan melawan ekstremisme dan terorisme.

 

Selain itu, Presiden juga menyampaikan apresiasi ke pemerintah Perancis yang sudah membantu melawan tindakan diskriminatif terhadap produk kelapa sawit Indonesia.

Ia menegaskan, bahwa isu sustainability bagi kelapa sawit merupakan prioritas bagi Indonesia. “Indonesia menyampaikan usulan agar pola kerja sama yang sudah terjalin untuk produk kayu juga dapat dilakukan untuk produk kelapa sawit Indonesia,” kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi menyambut baik, fokus baru dalam hubungan bilateral yaitu kerja sama maritim dan kerja sama di bidang ekonomi kreatif. Menurut Presiden, Indonesia telah meminta kerja sama dalam memerangi IUU Fishing, termasuk menjadikan IUU Fishing sebagai transnational organized crime. Dibidang ekonomi kreatif, lanjut Presiden, kerja sama di bidang sinematografis, perfilman, fashion, dan ekonomi digital akan terus dikembangkan.

 

Terlihat Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono tengah menandatangani kerja sama infrastruktur dengan pihak Perancis. (Foto: setkab)
Terlihat Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono tengah menandatangani kerja sama infrastruktur dengan pihak Perancis. (Foto: setkab)

 

Selain kerja sama bilateral, Indonesia dan Perancis juga akan melakukan kerja sama yang sangat erat di berbagai isu internasional, antara lain isu kemerdekaan Palestina, pasukan perdamaian dunia, dan melawan ekstremisme dan terorisme.

“Kedua negara sepakat untuk terus memperjuangkan tercapainya perdamaian Palestina-Israel melalui konsep two-state solution,” ungkap Presiden Jokowi.

Sebagai salah satu negara penyumbang terbanyak pasukan perdamaian dunia, lanjut Presiden Jokowi, Indonesia-Perancis sepakat untuk meningkatkan kerja sama termasuk peningkatan kapasitas bahasa Perancis bagi pasukan Indonesia.

Indonesia dan Perancis, lanjut Presiden, sepakat mengenai pentingnya penyebaran nilai-nilai teloransi, dan penghilangan xenophobia sebagai bagian upaya memberantas ekstrimisme dan terorisme.

Presiden Jokowi menyambut baik ditandatanganinya 5 MoU kerja sama yaitu di bidang pembangunan urban berkelanjutan, di bidang pariwisata, di bidang pertahanan, dan di bidang ilmu pengetahuan dan penelitian, serta pertukaran tenaga peneliti.