Inilah Perbedaan Iuran BPJS dan Tapera
Peserta BPJS bisa nikmati suku bunga rendah. (Foto: dok.inapex)

JAKARTA, INAPEX.co.idSuku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) rendah, bisa dinikmati untuk setiap peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK) yang berkunjung di pameran Indonesia Properti Expo 2018 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan.

Pasalnya, peserta pemegang kartu tersebut dapat kesempatan ikut program bagus mewujudkan rumah impian dilayanan yang disiapkan pada stand BTN selama pameran IPEX berlangsung mulai 22 – 30 September 2018.

Prosedur PUMP (Foto: slideplayer)

Menurut Executive Vice President Non Subsidized Mortgage & Consumer Lending Division Bank BTN, Suryanti Agustinar, kriteria rumah yang bisa dimiliki dengan memanfaatkan kepesertaan BPJS-TK sebetulnya cukup mudah.

“Jadi karyawan tinggal tentukan mana rumahnya, dengan catatan harga huniannya harus di bawah Rp.500 juta, boleh apartemen atau rumah tapak. Boleh rumah baru maupun rumah bekas. Lalu si karyawan harus dipastikan sudah merupakan karyawan tetap dengan masa kerja minimal satu tahun,” jelasnya.

HARUS RUMAH PERTAMA

Proses pengajuannya cukup mudah, tak ada bedanya dengan pengajuan cicilan rumah melalui bank pada umumnya. Prosesnya serupa dengan mengajukan cicilan rumah ke bank.

“Setelah menentukan pilihan rumah yang akan dibeli, masyarakat tinggal mengajukan permohonan KPR ke bank yang menjadi mitra BPJS-TK. Saat ini baru BTN yang bekerjasama. Dan ingat, program ini hanya berlaku bagi peserta yang belum memiliki rumah alias ini adalah rumah pertama,” katanya.

Setelah itu calon debitur akan melewati prosedur normal, meliputi BI checking untuk memantau track record dari peserta BPJS-TK, dan peserta diharuskan untuk menyertakan kartu BPJS-TK.

Bila telah memenuhi syarat, maka bank akan menjalankan pengecekan ke BPJS-TK. Hal tersebut dilakukan guna mengetahui apakah mereka yang mengajukan KPR benar-benar sebagai peserta dan memenuhi syarat yang diberikan, khususnya kedisiplinan tempat peserta bekerja dalam membayar iuran BPJS-TK.

Jika seluruhnya benar-benar sudah memenuhi persyaratan, maka BPJS-TK akan memberikan rekomendasi kepada bank bahwa sesuai evaluasi pemohon KPR ini lolos persyaratan kredit. Sehingga permohonan kredit dapat dicairkan dan masyarakat dapat segera mempunyai rumah yang diajukan KPR.

Sementara itu, PT. Adhouse Clarion Events (ACE), bekerjasama dengan PT. Bank Tabungan Negara (BTN) Persero Tbk, kembali menggelar pameranIPEX.

Ajang promosi proyek properti ini, merupakan pameran yang digelar ke 34 kalinya diselenggarakan ACE memberikan kontribusi penting dalam penyediaan hunian bagi masyarakat.

“Perkembangan property komersial ditahun 2017 terbilang stagnan. Maka event ini, kami memfasilitasi antara pengembang dengan konsumen agar mampu menggairahkan industri properti berskala nasional,” jelas Vice Presiden Directur PT. Adhouse Clarion Events Igad Permana.

Pameran tertajuk ‘Pesta KPR BTN’ ini, sekaligus untuk membantu kebutuhan hunian sebagai solusi mengatasi backlog penyediaan beragam jenis produk real estate di Indonesia, serta menjadi rangkaian dari kegiatan untuk memperingati Hari Perumahan Nasional.

Penyelenggaraan IPEX periode September 2018 ini, melibatkan 200 peserta developer dan menampilkan 730 proyek properti dengan pilihan harga mulai Rp.197 juta dengan jangka waktu kredit sampai 30 tahun.

Selama pameran berlangsung, Bank BTN juga akan memberikan beragam promosi khusus bagi masyarakat diantaranya seperti suku bunga KPR mulai 6,25%, uang muka 1%, dengan total 169 stand (118 stand komersil & 51 stand FLPP).

Kebijakan pemerintah dalam pembiayaan perumahan masih akan menjadi penentu pasar properti 2018. Harga dan suplai properti, terutama pada sektor residensial, diperkirakan meningkat dengan target pengunjung 350.000 orang. Permintaan pasar akan tetap stabil, terutama pada pasar properti di bawah Rp.1 miliar.