Jangan Ragu Pilih KPR, Cara Pembayaran Terbaik Membeli Hunian
Ilustrasi (Foto: dok.inapex)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Terkait kenaikan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR), dinilai tak mempengaruhi penyaluran rumah subsidi.

Pasalnya, tren kenaikan bunga KPR PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk pada kuartal III/2018 KPR subsidi tumbuh 30,11% secara tahunan (yoy) menjadi Rp88,92 triliun. Kemudian, KPR non subsidi tumbuh 13,22% yoy menjadi Rp74,69 triliun.

Apalagi, pertumbuhan KPR perseroan, baik subsidi dan non subsidi di atas rata-rata industri. Kondisi tersebut membuktikan kenaikan suku baunga dampaknya tergolong kecil.

“Tapi kalau menghitung dampak, lebih sensitif terkena non subsidi. Subsidi itu fix sampai lunas jadi minat masih besar,” kata Diretur Utama BTN Maryono di Menara BTN, Jakarta, belum lama ini.

Lebih lanjut dikatakan Maryono, pada kuartal III/2018, BTN menyalurkan pendanaan Rp220,07 triliun atau naik 19,28% (yoy).

BTN mencatat Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) memberikan angin segar terhadap laju pertumbuhan kredit.

Selanjutnya bank milik negara ini akan berupaya mengoptimalkan sekaligus mendukung target program sejuta rumah yang menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Secara keseluruhan kredit pemilikan rumah (KPR) masih menjadi tulang punggung bisnis BTN. Pendanaan untuk sektor itu tumbuh 21,81% (yoy) menjadi Rp126,61 triliun.

Sementara sektor kredit konstruksi perumahan, Maryono menambahkan, Bank BTN mencatatkan pertumbuhan kredit konstruksi sebesar 17,41% yoy atau sebesar Rp 28,45 triliun yang mengalir bagi para pengembang perumahan.

Seiring dengan laju pertumbuhan KPR, kontribusi Bank BTN dalam menyalurkan KPR maupun kredit konstruksi properti terhadap Program Sejuta Rumah semakin besar yaitu mencapai 574.444 unit rumah, dengan nilai Rp 54,93 triliun per September 2018.

Sebanyak 408.350 unit rumah dibiayai dengan KPR subsidi sementara sisanya dengan KPR non subsidi. “Kami ditargetkan 750.000 unit [tahun 2018]. Pencapaian target kurang lebih 76%,” pungkas Maryono.

Sementara itu, Unit Usaha Syariah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar Rp344,13 miliar per kuartal III/2018 atau naik 9,68% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp313,77 miliar.

Maryono menjelaskan, kinerja yang masih positif, aset Unit Usaha Syariah (UUS) BTN juga meningkat 17,57% menjadi Rp24,78 triliun dari periode yang sama tahun lalu yang senilai Rp21,08 triliun.

UUS yang berdiri sejak 14 Februari 2004 berhasil memberikan kontribusi yang positif bagi perseroan. “UUS BTN telah menyalurkan pembiayaan senilai Rp20,84 triliun atau naik 25,99% secara tahunan dari posisi yang sama tahun lalu yang hanya sebesar Rp16,54 triliun,” jelasnya.

Di sisi Dana Pihak Ketiga (DPK), UUS BTN sudah mengumpulkan Rp19,54 triliun per kuartal III/2018 atau tumbuh 12,35% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp17,39 triliun.