Suasana panggung Hari Jadi BTN 2018. (Foto: dok.inapex)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Ini merupakan tonggak bersejarah bagi Bank Tabungan Negara (BTN) yang mampu mewujudkan kepemilikan rumah hingga 5 juta unit rumah. Tentunya kerja keras dan prestasi tersebut tak dapat diraih dalam tempo sekejab. BTN merintis sebagai pelopor pembiayaan rumah sejak tahun 1976 silam.

Pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) KPR ke 42 yang jatuh pada tanggal 10 Desember 2018, Bank BTN sukses menggelar beragam event. Diantaranya, pameran properti, bersepeda bersama dan akad KPR massal yang diikuti 19.760 debitur dari berbagai kota di tanah air.

Sebagai bagian dari acara puncak HUT KPR ke 42, Bank BTN menggelar acara talkshow bertajuk Spirit of KPR Growing with Millenials.

Acara tersebut melibatkan para milenial Bank BTN, BUMN dan kalangan pengembang ini, menghadirkan nara sumber diantaranya Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono, serta Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid.

Kemudian tema besar yang dibahas yaitu Spirit of KPR-Growing with Millenials. “Pertumbuhan ekonomi khususnya sektor properti tidak lepas dari peran para milenial. Bank BTN menilai milenial bukan hanya menjadi objek tapi juga subjek yang akan menjadi pendorong utama sektor properti,” ujar Maryono, saat membuka acara HUT KPR di Jakarta, baru-baru ini.

Dengan proyeksi partumbuhan jumlah penduduk berusia produktif khususnya generasi milenial, Bank BTN berupaya mengoptimalkan peran mereka di sektor properti baik dari sisi supply maupun demand.

“Dari sisi demand, kami sudah meluncurkan program KPR Gaeesss pada triwulan III lalu, dengan fitur yang sesuai dengan kemampuan finansial milenial, sementara dari sisi supply kami mengajak milenial menjadi entrepreneur di bidang properti lewat pelatihan atau workshop yang disiapkan Housing Finance Center (HFC) dari BTN,” ujar Maryono.

Pengembangan bisnis properti 2019, lanjut Maryono tidak akan lepas dari peran milenial baik dari sisi supply dan demand properti sehingga pelaku bisnis properti dan perbankan harus dapat mengatur strateginya menyesuaikan dengan “selera” milenials.

Salah satu acuan memotret selera milenial antara lain dengan riset. Berdasarkan riset dari HFC terhadap 374 responden dari generasi milenial, sebanyak 43 persen menginginnkan rumah satu lantai yang tidak terlalu luas dengan halaman, dan hanya sebesar 29% yang menginginkan rumah satu lantai berukuran cukup luas tanpa halaman.

Sementara sisanya menginginkan rumah dua lantai. Sedangkan dari sisi harga properti, Maryono menambahkan, sama halnya dengan generasi lain, rumah dengan harga terjangkau menjadi pilihan utama 46,8% responden, sementara pemilihan properti berdasarkan lokasi hanya menjadi sasaran utama bagi sekitar 36,6% responden.

“Dari riset tersebut artinya milenial masih membutuhkan rumah tapak untuk mereka jadikan tempat tinggal atau investas dan harganya harus terjangkau,” papar Maryono.

Bank BTN optimistis dengan strategi yang ada akan dapat menggapai demand milenial dari seluruh lapisan masyarakat seperti Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), kelas menengah ataupun atas, dan setiap generasi, baik milenial, generasi X, Baby Boomers dan lain sebagainya. Untuk itu, Bank BTN terus berinovasi mengembangkan produk KPR disesuaikan dengan perkembangan ekonomi dan kemampuan masyarakat Indonesia.

Alhasil, sejak tahun 1976 hingga bulan Oktober 2018, atau kurang lebih 42 tahun, Bank BTN telah merealisasikan kredit untuk membangun hampir 5.000.000 unit rumah impian bagi keluarga Indonesia, baik dalam bentuk KPR subsidi maupun non subsidi.

Adapun nilai KPR yang sudah terealisasi telah mencapai lebih dari Rp 257,6 triliun. “Pada tahun 2019, kami mematok pertumbuhan kredit sekitar 15% dengan mengandalkan KPR sebagai pendorong utama selama Pemerintah memantapkan Program Satu juta rumah,” pungkas Maryono.