BTN Respon Penyesuaian Suku Bunga KPR Untuk Konsumen Property
BTN (Foto: dok.inapex)

JAKARTA, INAPEX.co.id, – PT. Bank Tabungan Negera (Persero) Tbk akhirnya merespon permintaan penyesuaian suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) untuk konsumen property.

Respon tersebut menjawab usulan puluhan debitur Bank BTN yang tergabung dalam Forum Warga D’Marco (FWD) sekaligus mewujudkan kebijakan pemerintah melalui penurunan suku bunga sesuai acuan (BI rate).

“Suratnya sudah dapat disposisi dari Pak Dirut, nanti segera akan kami kirim rekomendasikan dengan debitur yang tergabung dalam forum tersebut, namun untuk presentase penyesuaiannya sesuai kebijakan masing-masing cabang,” kata Arief Luqmanul Hakim Non Subsidized Mortgage and Consumer Lending Division PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, ketika dihubungi INAPEX.co.id, di Jakarta, Senin (10/10).

Seperti diketahui sebelumnya, terkait sejumlah kebijakan pemerintah diantaranya termasuk melalui penurunan suku bunga sesuai acuan (BI rate) dinilai sangat lambat oleh kalangan perbankan.

Kendati BI rate telah mengalami penurunan mulai 7,5 persen sampai 6,75 persen, namun bunga bank masih terlihat anteng pada level dua digit, rata-rata di atas 11 persen. Padahal, kebijakan pemerintah untuk mendukung terwujudnya program satu juta rumah tersebut, sangat dinanti oleh konsumen properti.

Menanggapi keterlambatan respon kebijakan pemerintah tersebut, kemudian sebuah komunitas konsumen yang tergabung dalam Forum Warga D’Marco (FWD) melayangkan surat konfirmasi terhadap PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

Menurut Ketua Forum Warga D’Marco Sugeng sebagai debitur PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk di Perumahan D’Marco Diamond, di Jalan Raya Bogor KM 39, Kelurahan Cilodong, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat.

“Suku bunga angsuran debitur Bank BTN masih bertahan pada level 14% (sejak bulan Agustus 2014 hingga sekarang,-red). Kami sangat berterimakasih karena Bank BTN bisa mengabulkan permohonan penyesuaian suku bunga KPR, seperti komitmennya pada Surat Penegasan Persetujuan Penyediaan Kredit (SP3K),” tegas Sugeng.