Pengemudi Blue Bird dapat kemudahan beli rumah. (Foto: Blue Bird Group)

JAKARTA, INAPEX.co.id – PT Bank Tabungan Nasional Tbk (BTN) akhirnya memfasilitasi pengemudi taksi Blue Bird beli rumah. Bahkan kerjasama itu telah diluncurkan program Pembiayaan Perumahan Para Pengemudi dan Karyawan Blue Bird.

Untuk tahap awal, melalui fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) terbuka bagi para pengemudi dan karyawan Blue Bird di area Jabodetabek.

Potensi yang dibidik BTN dari kurang lebih 27.000 karyawan maupun pengemudi Blue Bird adalah sekitar 7.000 orang di area Jabodetabek.

Apabila tahap awal sukses, BTN dan Blue Bird berencana membuka pendaftaran fasilitas KPR BTN subsidi maupun nonsubsidi untuk seluruh karyawan maupun pengemudi di seluruh wilayah Indonesia.

Direktur Utama Blue Bird, Purnomo Prawiro mengakui tetap ada seleksi yang diberlakukan dari program ini.

“Karena ini program baru, jadi kami tidak mau jika tanpa seleksi ya. Syarat dari BTN ada, dari kami juga ada,” jelas┬áPurnomo Prawiro di Jakarta, baru-baru ini.

Kemudian, persyaratan dari BTN sendiri, yakni pengemudi memiliki masa kerja minimum satu tahun, serta belum pernah mendapat atau memakai fasilitas BTN.

“Pemohon KPR subsidi di antaranya berpenghasilan Rp4 juta untuk rumah tapak, dan Rp7 juta untuk rumah susun, belum memiliki rumah, dan belum pernah menerima subsidi dari pemerintah, serta terdaftar di Disdukcapil dan lain sebagainya,” ujar Purnomo Prawiro.

Sementara, pihak Blue Bird memberikan dua persyaratan. “Satu, bertahan dengan income cukup. Dua, memang bertahan di Blue Bird karena bagaimana pun juga ini kan rencana jangka panjang,” tambah Purnomo Prawiro.

Pihak Blue Bird menyampaikan bahwa fasilitas yang tersedia bagi karyawannya selama ini memang belum banyak menyasar ke sektor perumahan.

“Terus terang memang kami agak kurang di situ ya. Dari program ini, kami jadi ada uluran tangan, sehingga pengemudi kami yang berpenghasilan menengah ke bawah itu bisa mendapatkan salah satu kesejahteraannya, yaitu memiliki tempat tinggal,” pungkas Purnomo Prawiro.