di BSD, dijamin Ketagihan Beli Apartemen Standar Jepang
Ilustrasi (Foto: infonitas)

 

SERPONG, INAPEX.co.id – Simpel, efisien dan sehat, kini menjadi gaya hidup kalangan urban. Ini tak hanya berlaku di fasilitas publik namun juga hunian pribadi. Tren hunian minimalis, menghuni di apartemensmart home merupakan bagian dari tren tersebut. Inilah yang ditawarkan Tokyu Land Indonesia di apartemen Branz BSD, Serpong, Tangerang Selatan, Banten.

Branz BSD dikembangkan dengan standar kualitas Jepang, diantaranya bagian fasad memakai kaca yang dapat menyerap panas sampai 49 persen, pengoperasian dengan skema elektronik, dan air kran yang bisa langsung diminum. Oleh sebab itu, penghuni tidak perlu membeli air kemasan lagi.

“Apartemen ini menjadi alternatif dan pilihan kalangan yang mendambakan hunian berkualitas dengan standar Jepang,” tutur President Director of Tokyu Land Indonesia Keiji Saito, dalam acara topping off  Branz BSD di Serpong, Rabu (12/7).

Branz BSD dikembangkan di lahan seluas 5,3 hektar meliputi 8 tower apartemen. Pengembangannya dilakukan tiga tahap, topping off  kali ini untuk 3 tower pertama mencakup 1.256 unit.

Pembangunan tiga tower tersebut dimulai (groundbreaking) pada September 2015. Rencananya serah terima unit pertama akan dimulai akhir tahun 2018.

Kini ada 2 tower yang dipasarkan sekitar 800 unit, 500 unit di antaranya telah terjual. Unit huniannya tipe 40-140 m2 (nett) dibanderol mulai Rp.2,3 miliar, naik sekitar 10 persen sejak pelaksanaan groundbreaking.

Keiji mengatakan lokasi apartemennya sangat strategis di pusat pengembangan BSD City dekat dengan berbagai fasilitas, seperti AEON Mall dan ICE BSD.

“Dengan akses semakin baik dari kawasan ini ke Bandara Sorkarno Hatta, Semanggi, Pondok Indah, dan Pluit hanya butuh waktu 30 menit. Kawasan ini semakin menarik dengan rencana pembangunan jalan tol Serpong-Balaraja dan kawasan BSD City yang terus berkembang,” jelasnya.

Terlepas dari itu, pada kesempatan berbeda, Undang-undang Arsitek akhirnya disyahkan sejak dibahas pemerintah dan DPR pada Juli 2016.  UU tersebut terdiri 11 bab dan 45 pasal. Pemerintah berjanji melaksanakan amanat UU ini agar  kalangan arsitek dapat memberikan kontribusi pada pembangunan nasional.

“Kita upayakan dalam setiap pembangunan ada keterlibatan arsitek sehingga pembangunan di Indonesia bisa menunjukkan karakter dan identitas bangsa. Hal ini juga untuk melestarikan dan menjaga budaya lokal dalam setiap perancangan fisik bangunan di segala bidang,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) Basuki Hadimuljono, di Gedung DPR Jakarta.

Basuki menuturkan bahwa, UU Arsitek akan memberikan perlindungan serta kepastian hukum kepada profesi arsitek dan masyarakat pengguna jasa arsitek.

Dengan adanya UU tersebut arsitek dituntut lebih bertanggungjawab terhadap karyanya dan mutu terjamin sehingga arsitek terus meningkatkan kompetensi dan profesionalismenya. Secara umum UU ini mirip dengan UU profesi lain seperti kedokteran.

“UU Arsitek ini juga mengatur kerja sama antara arsitek lokal dan arsitek asing yang bekerja di sini. Yang menjadi penanggung jawab arsitek local, bukan asing,” tutupnya.