Kepala Pusdiklat SDA dan Konstruksi Yudha Mediawan tengah memaparkan rencana kegiatan di unit kerjanya. (Foto: BPSDM)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Diawal tahun, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) menggelar agenda sinkronisasi seluruh kegiatan ditahun 2019.

Kegiatan sinkronisasi tersebut sekaligus membahas mengenai evaluasi kegiatan pada tahun 2018 dan rencana program kerja 2019.

Langkah ini bertujuan agar kegiatan dari masing-masing Pusat dan Balai bisa terpadu sehingga realisasi kegiatan hingga akhir tahun bisa lebih optimal.

Sekretaris BPSDM, KM. Arsyad menjelaskan, realisasi kegiatan pada tahun 2018 BPSDM mencapai angka 93, 09% dan prognosis mencapai 95, 63%.

“Kemudian dalam pelaksanaan kegiatan di tahun 2018 ada beberapa kegiatan tidak sesuai rencana. Selain itu, permasalahan pada kurangnya minat dari peserta pun harus menjadi catatan khusus bagi kita. Hal tersebut kiranya dapat menjadi evaluasi untuk lebih baik ke depannya”,” jelasnya di Bintaro, belum lama ini.

Menurutnya, di tahun 2018 ada beberapa kegiatan yang tertunda diantaranya Pembentukan Politeknik, Transisi Tusi (Tugas dan Fungsi) BUCSD Perkim (Balai Uji Coba Sistem Diklat Perumahan & Permukiman) menjadi Politeknik PU, Penyusunan Rapermen terkait Jafung, Pola Latsar (Latihan Dasar) T.A. 2019, Penyesuaian anggaran Latsartek dan SK Pengelola Kesatkeran Pusat dari 4 jadi 2 PPK, Balai dari 4 jadi 2 PPK.

Kemudian, dalam arahan dan kebijakan strategis BPSDM di tahun 2019 Kepala BPSDM Lolly Martina Martief menjelaskan terkait penataan tata pelaksaanan pemerintahan.

Ditambahkan, untuk perkuatan SDM internal yang meliputi publikasi harus menjadi lebih kreatif karena merupakan ‘wajah’ BPSDM.

“Dan diwajibkan melakukan peningkatan untuk kualitas dan sarana prasana yang mengacu pada Sekretariat Badan”, ujar Lolly Martina Martief.

Seiring dengan langkat itu, Lolly menegaskan ASN dilarang berpolitik. Lebih baik fokus dalam penyelesaian tugasnya dan pengembangan SDM.

Dalam kesempatan itu, BPSDM memberikan apresiasi kepada seluruh Balai Diklat dan Balai Uji Coba atas kinerjanya sepanjang tahun 2018.

Dengan harapan bisa menjadi motivasi serta bisa bekerja dengan penuh tanggung jawab.

Penghargaan tersebut diberikan kepada Balai Diklat Wilayah IV Bandung sebagai peringkat 1, Balai Diklat Wilayah III Jakarta sebagai peringkat 2, dan Balai Diklat Wilayah V Yogyakarta sebagai peringkat 3.