Direktur Perencanaan Strategis dan TI, Sumarjono. (Foto: BPJS)

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan) akhirnya serius untuk merambah disektor investasi di properti.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto, mengaku sudah membeli sebidang tanah di kawasan Kuningan, Jakarta.

Menurutnya lokasi tersebut nantinya akan dinamakan Social Security Tower. Lahan yang berlokasi di depan Hotel Four Season Kuningan merupakan investasi properti senilai Rp 650 miliar.

Bahkan komitmen investasi tersebut njuga telah ditangani oleh anak perusahaan BPJSTK yaitu PT Sinergi Investasi Properti.

Seperti diketahui, PT Sinergi Investasi Properti merupakan perusahaan patungan (joint venture) antara BPJSTK dan PT Pembangunan Perumahan, di mana BPJSTK memiliki saham mayoritas sebesar 80%.

“Kami akan groundbreaking di bulan Desember ini. Dan perkiraan pembangunan Social Security Tower memakan waktu dua tahun. Kira-kira baru akan diserahkan pada bulan Januari 2019,” ujar Agus Susanto.

Agus menjelaskan, dana investasi Social Security Tower berasal dari penyertaan modal BPJSTK dan PT Pembangunan Perumahan melalui PT Sinergi Investasi Properti.

Gedung tersebut nantinya akan di sewakan untuk perkantoran. Properti ini diperkirakan dapat menghasilkan return 15,5% per tahun.

Tahun depan, BPJSTK mengincar properti di luar Jakarta. “Tahun depan, BPJSTK telah membidik investasi properti lainnya di kawasan Bugel Tangerang dan Jonggol. Namun, kami belum menghitung secara pasti berapa besar investasi yang dialokasikan untuk properti,” ujar Agus.

Menurutnya, investasi pada properti sesuai dengan pengelolaan dana BPJSTK secara jangka panjang. Sesuai regulasi, pihaknya diperbolehkan berinvestasi langsung. Salah satunya dengan mekanisme pembelian properti melalui anak usaha.

Kemudian, selain bertujuan memacu return yang optimal, pemilihan investasi pada properti juga untuk memanfaatkan aset-aset BPJSTK.

BPJS Ketenagakerjaan gandeng CT Corp

BPJS Ketenagakerjaan menggandeng CT Corpora (CT Corp) guna memperluas basis peserta. Keduanya meneken nota kesepahaman (MoU) terkait Perluasan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dan Pemanfaatan Benefit Lain Untuk Peserta BPJS Ketenagakerjaan di seluruh unit bisnis CT Corp.

Chairman CT Corp Chairul Tanjung menjelaskan, kerja sama ini dilatarbelakangi adanya keinginan kedua belah pihak untuk meningkatkan cakupan jumlah peserta dengan sasaran Penerima Upah (PU) dan Bukan Penerima Upah (BPU), serta pemanfaatan benefit tambahan peserta BPJS Ketenagakerjaan di seluruh unit bisnis CT Corp.

Menurutnya, sinergi ini akan menghasilkan kekuatan baru bagi BPJS Ketenagakerjaan dan CT Corp, seperti memperluas jangkauan customer baru untuk kedua belah pihak, memberikan perlindungan kepada pekerja rentan dan memberikan benefit tambahan untuk peserta existing.

Chairul optimistis, kekuatan jaringan yang dimiliki unit bisnis CT Corp meliputi Bank Mega, Bank Mega Syariah, Transmart-Carrefour, Trans Studio, Trans Mall, Trans F&B, dapat memberikan kontribusi terhadap peluasan jangkauan pekerja.

“Benefit yang dapat diberikan oleh unit usaha CT Corp kepada peserta BPJSTK diharapkan dapat menjadi nilai tambah bagi para peserta BPJSTK,” ujar Chairul.