Pengembang Victoria Garden tawarkan booking cuma Rp.500 ribu hanya di pameran IPEX 2019. (Foto: dok.inapex)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Beragam fasilitas dekat Summarecon Mall, Rumah mewah harga terjangkau dikawasan Bekasi lengkap sertifikat hak milik. Kesempatan itu hanya ada di pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) yang berlangsung pada 2 – 10 Februari 2019 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan.

Pengembang proyek perumahan yang bertajuk Victoria Garden tersebut juga menampilkan promo menarik seperti bunga 6.69% fix 1 tahun, free BPHTB, free biaya adminitrasi dengan booking cuma Rp.500 ribuan.

“Khusus untuk pengunjung IPEX kami memberikan banyak kemudahan seperti booking yang awalnya Rp.2 juta sekarang hanya Rp500 ribu saja, tapi promo itu hanya berlaku selama pameran ini. Makanya ayo buruan booking sebelum kehabisan unit,” ujar Marketing Victoria Garden Lia kepada INAPEX.co.id, di stand Hall B JCC, Rabu (5/2/2019).

Sementara itu, Vice Direktur PT. Adhouse Clarion Events Igad Permana sebagai penyelenggara IPEX membenarkan, adanya rumah subsidi yang tersebar disejumlah wilayah masih banyak diminati, termasuk generasi milenial dan pasangan yang baru menikah. Sebab, harganya yang relatif lebih murah dibanding rumah nonsubsidi.

“Sebenarnya tak hanya rumah subsidi yang banyak diminati, tapi proyek hunian komersilpun juga tak kalah permintaan. Karena yang berkunjung di pameran ini bukan saja beli rumah untuk dihuni tapi juga tak sedikit orang yang ingin investasi properti,” katanya.

Sementara, dalam opening seremoni pameran IPEX 2019 yang dibuka langsung oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno diharapkan para pengembang serta pihak Bank Tabungan Negara (BTN) bisa mempertimbangkan aspek kepentingan masyarakat dalam memenuhi permintaan properti.

“Jadi memang di Indonesia ini kebutuhan untuk tempat tingal masih banyak sekali backlog dan memang terutama untuk milenial. Misalnya yang baru nikah mereka biasanya cari tempat dan itu yang dibutuhkan,” ujar Menteri BUMN Rini Soemarno.

Lebih lanjut dikatakan Rini, BTN sebaiknya juga memperhatikan aspek pembiayaan yang bisa mendukung kepentingan dan kebutuhan untuk masyarakat.

“Makanya saya keliling booth di sini selalu tanyakan bahwa apa dekat (propertinya) dengan transportasi publik? Harganya berapa kalau pakai angkot? Ini yang saya minta juga ke BTN memberikan pembiayaan kepada developer-developer harus memperhatikan juga fasilitas pendukungnya seperti transportasi, ruangan anak bermain dan sebagainya,” tegas Rini.