Terlihat polisi mengamankan tempat kejadian perkara (TKP). (Foto: istimewa)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Dua ledakan bom di Kampung Melayu, Jakarta Timur, menewasan tiga orang petugas polisi pada Rabu malam, dinilai tak berdampak disektor bisnis properti.

“Ini kan fenomena global, sekarang mengenai terorisme dan radikalisme di manapun bukan hanya di Indonesia. Ini fenomena global,” tegas pengamat binis properti Toerangga Putra, saat dihubungi INAPEX.co.id, Kamis (25/5).

Toerangga Putra menyakini, adanya teror tersebut tidak akan mampu menciptakan rasa takut ditengah masyarakat Indonesia, apalagi berdampak disektor pengembangan hunian.

Sementara itu, secara terpisah Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mendorong Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk meningkatkan kapasitasnya sebagai penyalur KPR bersusbidi.

Pernyataan pemerintah tersebut ditegaskan saat acara “Sharing Knowledge dan Pelatihan KPR BPD” yang digelar PT. Sarana Multigriya Finansial (SMF) sebagai tindak lanjut dari Perjanjian Kerjasama Operasional (PKO) No.006/01/PKO/SMF-KPUPR-ASBANDA tanggal 27 Januari 2017 tentang Peningkatan Kapasitas Penyaluran KPR dan Sumber Pembiayaan untuk BPD.

Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan, Lana Winayanti, mengatakan Bank BPD memiliki potensi yang besar dalam mendukung Program Satu Juta Rumah. Namun kontribusinya dalam menyalurkan KPR bersubsidi baru 1.2% (satu koma dua persen).

“Dikarenakan kontribusinya masih kecil, ke depan Bank Pembangunan Daerah perlu bekerja ekstra keras untuk meningkatkan porto folio KPR FLPP. Selain itu, kita ingatkan kembali bahwa BPD merupakan pilar utama pembangunan di daerah. Seharusnya peran serta BPD dalam mendukung Program Satu Juta Rumah dapat lebih optimal, karena BPD yang paling memahami karakteristik masyarakat dan kearifan lokal yang ada di daerahnya,” ujar Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan, Lana Winayanti sebagai Keynote Speech, di Hotel Grand Mahakam, Jakarta, belum lama ini.

Selanjutnya, Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan secara bertahap terus mendorong BPD untuk bisa bersaing dengan bank lainnya yang telah terlebih dahulu menyalurkan KPR bersubsidi.

“Kami mendorong BPD untuk dapat meningkatkan daya saing dalam bisnis global. Oleh karena itu BPD harus dapat meningkatkan kemampuannya dalam mengelola sumber dana jangka panjang melalui kerja sama dengan PT. SMF”, ungkap Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan, Lana Winayanti.

Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan pun mengapresiasi kerjasama yang dilakukan antara Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda), PT. SMF dan Kementerian PUPR melalui Pelatihan SOP (Standar Operasional dan Prosedur) KPR (Kredit Pemilikan Rumah) BPD (Bank Pembangunan Daerah).

“Dengan adanya kerjasama antara PT. SMF dan BPD, diharapkan BPD dapat meningkatkan potensi pembangunan daerahnya masing – masing dan dapat menjalankan bisnis KPR yang lebih baik sehingga visi BPD sebagai champion bank di daerah dapat terwujud,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Direktur Utama PT. Sarana Multigriya Finansial, Ananta Wiyogo membenarkan, Program Satu Juta Rumah sangat membutuhkan dana yang besar baik dari sisi penyediaan maupun pembiayaannya.

“Meningkatnya kebutuhan perumahan menjadi pangsa pasar hunian yang layak dan hal ini harus dapat mendorong BPD meningkatkan kapasitasnya sebagai penyalur KPR bersubsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah”, ujar Ananta Wiyogo.

Hal sanada juga dikatakan, Direktur Operasional Asbanda, Subekti Heriyanto, sejak diluncurkannya Program Satu Juta Rumah oleh Presiden Joko Widodo, Asbanda meluncurkan Program Transformasi BPD.

“Program transformasi ini merupakan program kerjasama antara Otoritas Jasa Keuangan, Asbanda dan Kementerian Dalam Negeri untuk menjadikan BPD sebagai Bank yang berdaya saing, tumbuh kuat dan berperan dalam perekonomian di daeranya sekaligus dapat mendukung pelaksanaan Program Satu Juta Rumah”, ungkap Direktur Operasional Asbanda, Subekti Heriyanto.

Selain itu, Subekti mengatakan bahwa terdapat tiga sasaran dari Program tranformasi Bank Pembangunan Daerah (BPD) yaitu, meningkatnya daya saing, menguatnya ketahanan kelembagaan dan meningkatnya kontribusi terhadap pembangunan daerah.

“Dalam mencapai ketiga sasaran tersebut, terdapat beberapa strategi yang akan ditempuh oleh BPD untuk meningkatkan efektifitas proses bisnis dan risiko. Salah satunya yaitu pengelolaan portofolio dan penguatan likuiditas dan permodalan”, jelas Direktur Operasional Asbanda, Subekti Heriyanto.