Bingung Pilih Lokasi Rumah? Ada Kawasan Metropolitan Baru Setara Jabodetabek
Palembang Menjadi Salah Satu Kota Calon Metropolitan Baru (Foto: suryapost)

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sedang menjalankan penyusunan rencana pengembangan kawasan metropolitan baru yang meliputi sejumlah wilayah seperti Jabodetabek.

Dalam tahap pertama ini tengah menyiapkan 2 kota metropolitan baru yakni Palembang Raya dan Bitung-Minahasa-Manado (Bimindo).

Menurut Kepala  Pusat Pengembangan Kawasan Perkotaan Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian PUPR Agusta Ersada Sinulingga, pengembangan kota metropolitan baru tersebut dilakukan untuk menarik investasi.

Artinya, semua wilayah yang dikembangkan tersebut untuk dijadikan kawasan yang ramah investasi agar mendatang bisa diincar banyak investor dan membuat kawasan-kawasan semakin berkembang.

“Pengembangan ini memang arah kebijakan pembangunan perkotaan kita dan tahun ini sudah dilakukan feasibility studi (FS) dan pra desain pada beberapa kawasan seperti Jabodetabekpunjur (Jabodetabek dan Puncak, Cianjur), Mebidangro (Medan, Binjai, Deliserdang, Tanah Karo), dan Kedungsepur (Kota Semarang, Kabupaten Kendal, Salatiga, Kabupaten Semarang, Kabupaten Demak, Kabupaten Grobogan),” sebutnya di Jakarta, Kamis (3/11).

Kemudian, pengembangan kota-kota metropolitan tersebut akan berlanjut ke Gerbangkertosusila (Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Bankalan, dan Mojokerto), Sarbagita (Denpasar, Gianyar, Kabupaten Bandung, Tabanan), Mamminasata (Makassar, Gowa, Maros, Takalar), dan Kawasan Perkotaan Yogyakarta.

Pasalnya, tahun 2016 berfokus untuk menjalankan review masterplan dan development plan, kemudian di tahun depan penyusunan FS dan pra desain untuk Kawasan Kota Tua Semarang.

Tahun 2017 juga akan dikerjakan penyusunan rencana pengembangan kawasan metropolitan baru untuk wilayah Banjar, Banjarmasin, dan Barito Kuala. “Dengan pengembangan seperti ini diharapkan investasi masuk dan bisa meningkatkan perekonomian kawasan,” harapnya.

Pasalnya, seperti kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, yang dekat dengan koridor bisnis (CBD) T.B. Simatupang tentu memiliki banyak perusahaan pertambangan yang mempekerjakan orang asing (ekspatriat).

Para eksekutif ekspatriat tersebut biasanya tinggal di wilayah sekitaran seperti Kemang, Pondok Indah, dan Cilandak.

Marketing PT Lintas Cipta Development (LC Development), Ina menilai bahwa saat ini pengembang mencari lahan di Cilandak untuk membangun properti berupa townhouse terbilang sulit sebab banyak masyarakat yang tak mau melepaskan propertinya.

“Rumah-rumah besar di sini banyak yang disewakan ke ekspatriat sehingga mereka tidak mau menjual,” imbuhnya kepada pers di salah satu proyek LC Development di Cilandak, Hira House, Kamis (3/11).

Walaupun terdapat lahan kosong biasanya tak akan dilepas oleh pemiliknya, maka dari itu pengembangan mini real estat atau townhouse semakin susah untuk memasarkannya.

(he)