Ilustrasi diperagakan model. (Foto: dok.inapex)
Bingun menghitung bunga KPR? (Foto: ilustrasi dok.inapex)

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Tentunya Anda pasti akan berpikir ulang sebelum memutuskan untuk memiliki rumah melalui skema kredit pemilikan rumah (KPR).

Alasan itu, sudah bisa diprediksi yaitu karena persoalan tingginya suku bunga ataupun ribetnya birokrasi perbankan.

Padahal, jika Anda bisa memahami cara menghitung dan mengerti fungsi tata cara pengajuan KPR pastikan akan dapat dilalui dengan mudah untuk mewujudkan impian memiliki rumah baru.

Kemudian, pemberian persetujuan KPR ini sendiri diberikan berdasarkan penilaian bank atas kemampuan finansial Anda. Hingga saat ini, tak sedikit orang paham. Tapi tahukah Anda soal jenis dan cara perhitungan suku bunga KPR?

Nah, jika saat ini ingin beli rumah secara KPR maka ada baiknya jika bisa memahami dan memperhatikan jenis dan cara perhitungan bunganya karena hal tersebutlah yang akan menentukan besarnya cicilan. Begini caranya:

 

Mengetahui penetapan bunga KPR

 

  1. Bunga Mengambang (floating)

Artinya bunga kredit dapat berubah setiap saat selama jangka waktu kredit. Dengan bunga mengambang, besarnya jumlah bunga yang harus Anda bayar dapat berubah-ubah sesuai dengan tingkat bunga yang ditetapkan oleh bank.

Apabila bunga yang disepakati pada awal perjanjian adalah sebesar 8%, maka selama jangka waktu kredit bunga dapat turun menjadi 7% atau bahkan naik menjadi 12%. Umumnya, bank menetapkan besarnya suku bunga mengambang setiap bulan.

Apabila terjadi perubahan suku bunga maka bank akan menginformasikannya kepada Anda secara tertulis. Bunga mengambang sendiri ditetapkan mengikuti kondisi bunga pasar. Jika bunga pasar berubah, maka bunga KPR mengambang akan ikut berubah.

  1. Bunga Tetap (fixed)

Dengan bunga tetap, Anda akan membayar besarnya bunga yang sama selama jangka waktu yang diperjanjikan. Apabila pada saat perjanjian kredit telah ditetapkan bunga sebesar 10%, maka selama jangka waktu yang diperjanjikan suku bunga yang berlaku tetap 10%.

Dengan kata lain, jika menggunakan bunga tetap, apapun perubahan dalam bunga pasar tidak akan mempengaruhi besarnya jumlah bunga pinjaman. Tapi prakteknya, bank biasanya menggunakan bunga tetap pada satu sampai dengan lima tahun pertama masa kredit KPR saja.

Setelah masa bunga tetap selesai, bank akan kembali ke bunga mengambang yang mengikuti tingkat bunga pasar yang berlaku. Ini metode penetapan bunga yang saat lazim digunakan di hampir semua produk KPR di bank.

 

Metode Perhitungan Bunga KPR

  1. Metode Efektif
Ilustrasi
Metode efektif perhitungan bunga KPR. (Foto: dok.inapex)

Bank menghitung bunga berdasarkan saldo pokok pinjaman bulan sebelumnya. Jumlah bunga adalah perkalian tingkat suku bunga dengan sisa pokok pinjaman.

Karena setiap bulan saldo pokok pinjaman akan berkurang seiring dengan pembayaran cicilan, maka dalam metode efektif Anda akan membayar jumlah bunga yang terus menurun setiap bulannya.

Disebut metode efektif karena pada dasarnya Anda selaku debitur membayar bunga hanya atas sisa pinjaman yang masih dimiliki dan bukan membayar bunga atas dasar plafon pinjaman.

Metode efektif dimodifikasi dengan metode anuitas yang mengatur supaya jumlah angsuran pokok dan bunga yang dibayar senantiasa sama setiap bulan.

Dalam pembayaran angsuran tersebut terdapat komponen pokok dan bunga, dimana dengan metode annuitas jumlah pembayaran pokok dan bunga akan disesuaikan sedemikian rupa, sehingga jumlah total pembayaran angsuran tetap sama setiap bulannya.

Porsi pembayaran bunga yang menurun akan dikompensasikan dengan porsi pembayaran pokok yang meningkat. Biasanya Bank memiliki aplikasi software yang secara otomatis menghitung bunga anuitas.

  1. Metode Flat

Bank menghitung bunga berdasarkan pokok pinjaman awal, bukan berdasarkan sisa pinjaman debitur. Dengan metode ini, Anda membayar jumlah bunga yang tetap sama setiap bulan lantaran pokok pinjaman yang dijadikan faktor pengali (plafon) dari bunga tidak berubah.

Ini berbeda dengan metode efektif dimana jumlah bunga menurun setiap bulan sejalan berkurangnya saldo pinjaman.

Jumlah total pembayaran dari pokok dan bunga setiap bulan sama besarnya. Demikian juga porsi pokok dan porsi bunga dalam total cicilan setiap bulan tidak berubah.

Terakhir yang perlu Anda pahami, metode perhitungan bunga akan mempengaruhi besar kecilnya angsuran bunga yang harus Anda bayar sebagai debitur atas kredit yang diberikan bank.