Galih Saksono (tiga dari kanan) dalam groundbreaking Grand Shamaya di Surabaya. (Foto: JawaPos)

 

SURABAYA, INAPEX.co.id -Mebidik pasar premium, PT PP Properti Tbk memulai pembangunan proyek apartemen Grand Shamaya di atas lahan seluas 1,6 hektare. Kendati secara umum disektor properti hingga dipenghujung tahun 2017 masih tumbuh yang mengacu pada pencapaian target hasil pemasaran tower Aubrey Grand Shamaya.

Direktur Realty PT PP Properti Tbk Galih Saksono membenarkan, penjualan satu tower tersebut sudah membukukan sekitar 65–70 persen dari total 409 unit.  ’’Artinya, kalau sales sudah terjual lebih dari 60 persen, construction cost aman,’’ ujar Galih Saksono, di Surabaya, baru-baru ini.

Sementara itu, keseluruhan ditargetkan habis terjual pada pertengahan tahun 2018 dengan target penjualan Rp 1,1 triliun. Kemudian, nilai investasi untuk pembangunan proyek tersebut sekitar Rp 500 miliar. ’’Hampir 70 persen dari perbankan. Sisanya, 30 persen, internal,’’ paparnya.

Rencananya, serah terima berlangsung pada 2021. Lebih lanjut dikatakan, Galih Saksono menjelaskan, pasar di segmen premium masih menjanjikan. ’’Makanya kami luncurkan Grand Shamaya. Produk premium sebelumnya, Grand Sungkono Lagoon, sudah terjual habis,’’ lanjutnya.

Kontribusi apartemen premium terhadap total marketing sales diperkirakan sekitar 10 persen. ’’Kebanyakan yang kami garap middle,’’ katanya. Pihaknya ke depan melirik potensi pasar middle di Surabaya. Ada dua proyek baru yang dikembangkan tahun depan.

Dalam kesempatan itu, Project Director Grand Shamaya Nurjaman menambahkan, Grand Shamaya bakal dilengkapi beberapa fasilitas lain. Antara lain, waterfall, sky jogging track, hingga infinity pool. Juga, akan menggunakan teknologi smart home. ’’Tiap lantai hanya ada sembilan unit,’’ pungkasnya.

 

Bank BTN menggandeng Gojek Indonesia untuk memfasilitasi KPR bersubsidi. (Foto: dok.inapex)

 

Terlepas itu, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menggandeng Gojek Indonesia untuk memfasilitasi KPR bersubsidi. Disegmen pasar ini, diharapkan mampu memberi kemudahan bagi kalangan pengemudi ojek online untuk mewujudkan impiannya bisa memiliki rumah sendiri.

Direktur Utama BTN, Maryono mengatakan dalam Parade KPR BTN setidaknya ada 581 aplikasi subsidi dari para driver Gojek saat tahap I Gojek Serbu BTN dibuka, 397 di antaranya lulus verifikasi dan bisa mendapatkan rumah impiannya.

“Nilai KPR-nya hanya Rp 51,6 miliar, namun sangat berarti bagi mereka dan kami bangga bisa membantu keluarga mendapatkan rumahnya dengan skema yang terjangkau,” ujar Maryono di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Kesuksesan Gojek Serbu BTN Tahap I, mendorong BTN membuka tahap ke II bersama Gojek Indonesia. Program Gojek Serbu BTN Tahap II di seluruh kota yang menjadi wilayah kerja, di antaranya Sumatera, Jawa Timur, Jogjakarta, Jawa Tengah, Kalimantan, dan Sulawesi.

Lebih lanjut Maryono menjelaskan, untuk tahap kedua, pihaknya menargetkan minimal di atas aplikasi tahap pertama, 500-an aplikasi. Ia menambahkan sejak 1976 hingga November 2017, perseroan telah mengucurkan kredit baik berskema konvensional maupun syariah senilai Rp 230,2 triliun untuk merealisasikan KPR bagi 4,1 juta unit rumah. Dari pencapaian tersebut, sebesar 3,08 juta unit atau lebih dari 75 persen di antaranya dalam bentuk KPR Subsidi.