Beton Pracetak, Bisa Percepat Waktu Konstruksi
Beton Pracetak

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Beton pracetak adalah salah satu material yang mempunyai banyak keunggulan. Di antaranya bisa percepat waktu konstruksi dengan tetap menjaga kualitas.

Berdasarkan keunggulan tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berharap industri mampu meningkatkan produksi beton pracetak di tahun mendatang.

Kapasitas 2015 menurut data Asosiasi Perusahaan Pracetak dan Prategang Indonesia (AP3I) ialah senilai 25,45 juta ton.

“Harapan kami bisa mendorong kapasitas ini, mencapai 41 juta ton pada 2019,” jelas┬áDirektur Bina Penyelenggara Jasa Konstruksi Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Darda Daraba┬ádalam pembukaan Concrete Show South East Asia, di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Rabu (14/9).

Target tersebut, kata Darda, telah dicanangkan dalam rencana strategis nasional atau Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2019.

Mengingat pemerintah tengah menargetkan pembangunan infrastruktur nasional bisa dipercepatan dan meningkatnya permintaan, sudah waktunya industri menyiapkan kemampuan dalam menambah daya.

Terdapat sejumlah tahap strategis yang mesti diterapkan untuk mendorong penambahan kapasitas.

Pertama, sinergi industri dengan semua badan usaha yang bidangnya sama.

Langkah kedua sinergi industri dengan perusahaan lain, meliputi perusahaan semen, baja, atau tower crane, agar penyelenggaraan infrastruktur dapat dirasakan oleh semua sektor.

Terakhir, dan standar teknis produk dan sosialisasi teknologi pada pemilik bangunan, manajemen konstruksi, perencana, supaya bisa menentukan produk yang tepat pas dari segi harga, tipe, hingga kualitas.

Terlepas dari itu, pada kesempatan berbeda, pernah dinilai kalah prestisius daripada kawasan Segi Tiga Emas atau central business district (CBD) Jakarta lainnya, koridor Gatot Soebroto (Gatsoe) merupakan kontributor ruang perkantoran terbanyak sepanjang 2016.

Hal tersebut dimungkinkan sebab dari empat gedung perkantoran di sana, terdapat tambahan lebih dari 50.000 meter persegi ruang perkantoran.

Koridor tersebut akan berkontribusi hingga 47 persen dari seluruh jumlah ruang perkantoran tambahan sepanjang periode 2016. Angka tersebut lebih banyak daripada wilayah Sudirman yang berkontribusi sebanyak 19 persen.

Menurut Colliers International Indonesia, tambahan suplai perkantoran pada 2016 hingga sekarang ialah 315.511 meter persegi dan tambahan dari perkantoran yang masih dalam fase konstruksi seluas 350.919 meter persegi.

Tak hanya kontributor penyediaan terbanyak, melainkan juga sejumlah gedung yang dibangun menjulang tinggi bisa lebih dari 200 meter.