Menteri Keuangan RI
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. (Foto: setkab RI)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Benarkah sejumlah aturan yang diberlakukan dalam pertukaran informasi sistem keuangan otomatis atau Automatic exchange of Information ini, akan membuat para Wajib Pajak tak dapat berkutik?

Lalu bagaimana penjelasan Menteri Keuangan RI, terkait rencana bergabungnya Indonesia bersama 101 negara yang mengikuti sistem tersebut, maka kecil kemungkinan wajib pajak untuk bisa menghindari perpajakan di satu negara.

“Seperti diketahui bahwa ini merupakan suatu kebijakan global yang disepakati oleh sekarang lebih dari 101 negara untuk bersama-sama untuk saling memberikan informasi, terutama informasi mengenai perpajakan. Sehingga tidak dimungkinkan lagi atau kecil kemungkinan dari wajib untuk bisa menghindari perpajakan di satu negara,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati kepada wartawan usai Rapat Terbatas, di Kantor Presiden, Jakarta, belum lama ini.

Terkait persoalan itu, Menkeu mengaku sejauh ini masih mengkaji mengenai mekanisme yang disepakati bersama tentang siapa dan lembaga apa yang terlibat dalam mengatur pertukaran informasi tersebut.

Apakah dilakukan oleh lembaga jasa keuangan atau Direktorat Jenderal Pajak. “Kami tadi melaporkan kepada Rapat Terbatas, mengenai persiapan-persiapan itu,” ujarnya.

Menurut Menkeu, yang mungkin menjadi sesuatu sangat pelik adalah undang-undang di perbankan, perbankan syariah maupun capital market, memang menyebutkan pasal kerahasiaan nasabah masih ada.

Oleh karena itu, mungkin kita akan upayakan berbagai cara untuk memasukkan berbagai pasal di KUP (Ketentuan Umum Perpajakan) agar akses informasi untuk urusan perpajakan itu bisa diperkuat, sehingga pemerintah bisa memenuhi persyaratan dalam automatic exchange of information itu.

Mengenai pertanyaan apakah dengan diberlakukannnya automatic exchange of information, maka tidak ada lagi wajib pajak yang bermain dengan kewajiban pajaknya atau menaruh uangnya di luar negeri.

Menkeu Sri Mulyani mengatakan, bahwa jika mereka mau menempatkan uangnya di negara mana pun, mereka telah menjadi subject automatic exchange of information.

“Dalam hal ini tidak ada lagi bisa seseorang yang misalnya membuka account di luar negeri, misalnya di negara ASEAN, Eropa atau di Amerika, maka rahasia dari data tersebut tidak akan diberikan,” kata Sri Mulyani seraya menambahkan, bahwa negara-negara tersebut juga sekarang sudah ikut di dalam automatic exchange of information.