Beli Villa di Puncak Bisa Dicicil Sampai 12 Tahun
The Leaf Boutique Resort (Foto: bursapropertibandung)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Kawasan Puncak, Bogor, merupakan destinasi wisata utama warga Jakarta dan sekitarnya. Maka dari itu, banyak yang beli villa di puncak untuk kebutuhan pribadi saat berkunjung ke kawasan ini.

Hawa sejuk dan lingkungan hijau dengan hamparan kebun teh yang indah dipandang. Sekarang Puncak semakin padat dan aksesibilitasnya pun semakin macet.

Pengembangan property seperti vila, hotel, dan kondotel juga terus berkembang. Salah satunya The Leaf Boutique Resort yang dikembangkan PT Anugerah Kasih Investama (AKI Group).

The Leaf Boutique Resort berjarak sekitar 3 km dari exit tol Ciawi. Lalu lintasnya belum macet sebab belum masuk jalur pemberlakuan contra flow pada setiap akhir pekan. Namun, suasana pegunungannya tak sekuat kawasan Cisarua ke atas.

“Akses kami tidak macet karena di lokasinya tidak ada contra flow. Ini menjadi keunggulan tersendiri sehingga aksesibilitas ke tempat kami menjadi lebih nyaman dan tidak perlu stres karena kendala di perjalanan,” imbuh Direktur Marketing AKI Group Bakhtiar Azami, di Jakarta, Rabu (19/7).

Lokasinya berjarak 10-15 menit dari exit tol Ciawi. Proyek tersebut dikembangkan di area 1,3 hektar tersedia 36 unit vila dengan luas bangunan 140 m2, kaveling 150 m2.

Untuk pengembangan proyek Bakhtiar mengaku memakan dana investasi Rp.200 miliar. Harga vilanya mulai Rp.2,5 miliar sudah termasuk perabotan (fully furnished).

Masing-masing unit terdiri 2 kamar+2 kamar mandi lengkap dengan private swimming pool. Tidak hanya itu, tersedia restoran, meeting hall berkapasitas 100 orang, dan kolam renang utama. Harga sewa vila di kawasan ini, hanya Rp.2-3 juta pada akhir pekan.

Kepada konsumen AKI memberikan jaminan sewa (rental guarantee) 18 persen untuk 2 tahun pertama. “Peminatnya cukup bagus,, tahap pertama sebanyak 18 unit sudah sold out. Tahap kedua kami tawarkan pembelian secara tunai bertahap hingga 12 tahun,” paparnya.

Selain itu, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, dalam kunjungannya ke proyek LRT baru-baru ini memberikan alasan Pemerintah mengkoneksikan LRT sampai ke Bogor.

“Menurut pantauan PT KAI, pada hari kerja warga yang menumpang KRL jumlahnya mencapai 800 ribu orang. Jika dikonversikan, artinya ada sekitar 30 persen warga Bogor yang sangat bergantung pada KRL. Menyikapi ini kami merencanakan untuk menyediakan sarana transportasi lain,” jelasnya.

Berdasarkan hasil survei, Bogor berada di urutan kelima dalam ’10 besar Lokasi Favorit Pencari Properti di Indonesia’. Wilayah ini sukses mengalahkan Depok yang berada satu peringkat di bawahnya.