Ilustrasi. (Foto: Inapex)

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Begini tahapan saat pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), kendati tak semua orang bisa beruntung bisa dipercaya bank untuk memperoleh pembiayaan rumah.

Oleh karena itu, salah satu orang beruntung disetujui dari sejumlah nasabah, sebaiknya jusa bisa memenuhi kewajiban yang harus dijalankan.

Ketika bank mengumumkan bahwa pengajuan kredit telah disetujui, biasanya bank akan memberikan surat penawaran atau sering disebut dengan istilah offering letter.

Jika surat ini sudah disepakati kedua belah pihak, maka bank akan segera meminta notaris membuatkan akta perjanjian kredit.

Tapi, terkadang surat penawaran kredit dan draft perjanjiannya baru disampaikan ke nasabah menjelang penandatangan perjanjian kredit. Sehingga, isi dari surat kerap dibacakan notaris dengan didengar langsung oleh nasabah dan pihak bank.

Jika menghadapi kondisi tersebut, sebaiknya harus lebih memperhatikan apa-apa saja poin yang dibacakan dan jangan malu bertanya bila ada yang kurang/tak dipahami.

Sedangkan jika pihak bank terlebih dulu memberikan salinan surat penawaran sebelum hari perjanjian, sebaiknya melakukan sejumlah langkah berikut;

1.Offering letter

Luangkan waktu sebentar untuk membaca dan memahami semua yang ada dalam surat itu. Sebagai penawaran, poin dari surat kemungkinan masih dapat dinegosiasikan walaupun peluangnya sedikit.

Beri catatan pada surat bila ada persyaratan yang susah dilakukan. Jangka waktu surat biasanya 14 hari kalender. Jika melewati batas waktu dan Anda tak memberi tanggapan, maka bank bisa saja membatalkan secara sepihak penyetujuan KPR Anda.

Bila sudah melewati waktu tenggang dan Anda masih berkeinginan mengajukan kredit (setelah dibatalkan), Anda harus melakukan proses dari awal lagi. Dua minggu sebenarnya cukup bagi Anda mempertimbangkan dan membaca isi surat.

Oleh sebab itu, bila tak ada hal yang harus dinegosiasikan lagi, segera kembalikan surat penawaran kredit kepada bank. Offering letter juga bisa disebut sebagai praperjanjian sebab didalamnya sudah ada kesepakatan.

2. Perjanjian kredit

Baca dan cermati klausula-klausula yang tercantum di dalam perjanjian kredit, jangan sampai tandatangan pada blangko kosong yang tak jelas isinya. Cek kembali apakah klausula tersebut sama dengan surat penawarannya. Seperti halnya, jumlah kredit, biaya provisi, administrasi, suku bunga, sistem perhitungan bunga fixed, sampai asuransi.

Jangan sungkan menanyakan jika masih ada informasi yang belum jelas. Misalnya, denda keterlambatan. Anda juga berhak membatalkan akad kredit jika merasa persyaratan terlalu berat atau ada hal-hal lain yang tak konsisten, antara kesepakatan awal dalam offering letter dengan klausula di perjanjian kredit.