Cek yuk, Promosi-Promosi Hunian di Akhir Tahun dan Awal Tahun
Cara pengajuan KPA tak jauh beda dengan KPR rumah tapak. (Foto: rmh)

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Ditengah keterbatasan lahan, berimbas terus melambungnya harga rumah tapak di kota besar.

Bahkan untuk memenuhi kebutuhan hidup diera modern, hunian vertikal seperti apartemen memang menjadi solusi yang tak bisa dipungkiri.

Selain Apartemen memiliki fasilitas lengkap ditengah pusat kota, namun penunjang lain seperti mempunyai akses mudah dijankau dari tempat bekerja merupakan salah satu pertimbangan tersendiri untuk menempati hunian ini.

Kendati demikian, untuk memiliki sebuah apartemen tak ada perbedaan dengan proses pembelian rumah tapak. Untuk bisa memiliki unit apartemen dapat dilakukan melalui berbagai pilihan, yaitu cash keras (tunai), installment (tunai bertahap) dan kredit pemilikan apartemen (KPA).

Kemudian dari ketiga pilihan itu, ternyata skema KPA paling diminati konsumen properti, diantaranya bisa diangsur dengan masa tenggang waktu yang tidak terlalu cepat serta proses sangat mudah.

Berikut INAPEX.co.id, akan menjelaskan persyaratan tata cara pengajuan KPA kepada bank, semoga dapat bermanfaat bagi calon pembeli apartemen. Berikut penjelasannya:

Syarat-syarat konsumen (karyawan):

– Fotokopi KTP suami atau istri
– Fotokopi Kartu Keluarga (KK) dan surat nikah
– Fotokopi NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)
– Pas foto suami atau istri ukuran 3cm x 4cm.
– Copy SK terakhir atau Surat Keterangan Kerja Asli
– Copy Buku Tabungan atau rekening korang 3 bulan terakhir
– Slip Gaji (asli, dengan stempel kantor atau perusahaan)
– Surat keterangan penghasilan
– Surat ketarangan Belum Punya Rumah (untuk ukuran apartemen bersubsidi). Nanti surat keterangan tersebut dikeluarkan oleh lurah setempat.

Syarat-syarat untuk konsumen profesional (wiraswasta):

– Fotokopi KTP suami atau istri.
– Fotokopi NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak).
– Fotokopi Kartu Keluarga (KK) dan Surat Nikah.
– Copy Ijin Praktek atau Akte Pendirian.
– Copy Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP).
– Laporan Keuangan.
– Copy Buku Tabungan atau Rekening Koran 3 bulan terakhir.
– Slip gaji (Asli, dengan stempel kantor atau perusahaan).
– Surat Keterangan Belum Punya Rumah (untuk apartemen bersubsidi). Surat keterangan ini dikeluarkan oleh lurah setempat.

Persyaratan lain dianjurkan:

Selain persyaratan formal, biasanya ada persyaratan lain yang harus dipersiapkan, karena sewaktu-waktu akan diberlakukan oleh pihak bank. Berikut poin-poinya:

– Pastikan Anda untuk tidak terdaftar dalam cacatan hitam Bank Indonesia.
– Pastikan Anda memiliki rekam jejak yang baik pada kegiatan kredit apapun.
– Anda harus tahu, pihak bank sangat menyukai calon debitur yang memiliki tabungan terutama memiliki rekening koran di bank yang bersangkutan. Karena akan memudahkan proses penggalian informasi data kekuangan Anda.
– Selain rekening koran, sebaiknya Anda juga harus melakukan transaksi masuk dan keluar uang melalui bank yang sama.
– Kemudian, jadilah nasabah yang bersedia bekerja sama dengan pihak bank.
– Biasanya, nasabah muda dengan penghasilan yang cenderung progresif naik dari waktu ke waktu sangat besar berpeluang disetujui pihak bank.