img_2414
ilustrasi. (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Berbagai cara untuk memiliki rumah sendiri, namun tanpak harus ngontrak atau sewa termasuk bayar uang muka kredit pemilikan rumah (KPR) menggunakan fasilitas kredit tanpa agunan (KTA). Fakta itu biasanya terjadi ketika masyarakat yang umumnya berpenghasilan rendah, sedang sulit jika dihadapkan pada masalah pembelian rumah secara cash atau tunai.

Oleh sebab itu, sebagian dari mereka pindah ke KPR. Kemudian, syarat yang harus dipenuhi saat mengajukan KPR juga terkadang memberatkan masyarakat. KPR biasanya mengharuskan biaya 30 persen dari harga rumah sebagai uang muka (DP) awal yang harus dibayarkan.

Sungguh hal yang sangat memberatkan bagi Anda yang memiliki tabungan sedikit.
Sulitnya untuk memenuhi KPR ini, banyak rakyat yang berusaha mencari cara untuk mensiasatinya yaitu dengan berpindah haluan ke Kredit Tanpa Agunan (KTA). Produk ini dianggap menjadi pilihan yang tepat dan menggiurkan bagi kebanyakan orang karena Anda tidak perlu memberikan jaminan aset atas pinjaman yang telah dilakukan.

Kemudian, bagaimana bank bisa tahu bahwa sang debitur adalah orang terpercaya? Untuk mengatasi hal ini, biasanya bank hanya akan meminta bukti atau catatan riwayat kredit dari pemohon kredit secara pribadi. Dana yang diperoleh dari KTA bisa digunakan sebagai dana untuk pendidikan, kesehatan, renovasi rumah, termasuk dana untuk DP rumah baru.

  • Keuntungan yang bisa Anda peroleh saat mengajukan KTA antara lain:
  • Syaratnya mudah dan gampang
  • Proses pencairan dananya cepat
  • Ada dimana-mana (tersedia hampir pada seluruh bank di Indonesia)
  • Periode kredit disesuaikan
  • Memperoleh jaminan asuransi saat pengajuan KTA

Adanya keuntungan yang didapatkan seperti poin di atas, tentunya membuat Anda berpikir KTA ini memang betul solusi yang bisa jadikan saat menemukan kegagalan atau hambatan dalam finansial. Anda tidak perlu mencari sertifikat atau surat tanah untuk dijadikan sebagai jaminan.

Namun di balik kemudahan yang diberikan, Anda perlu mengetahui dan mewaspadai hal-hal berikut sebelum memutuskan untuk menggunakan KTA sewaktu DP rumah.
Bunga yang cukup tinggi

Memang proses yang ditawarkan cukup mudah dan sangat menggiurkan karena tidak adanya jaminan atas aset yang diberikan.

Namun Anda harus selalu cerdik dan bijak untuk menggunakan fasilitas KTA ini, karena bunga yang ditawarkan oleh bank biasanya cukup tinggi. Bunganya mencapai 20 persen per tahun.

Utang memang bentuk strategi keuangan, namun tidak dengan cara demikian. Besarnya suku bunya yang harus dibayarkan sama saja akan membuat Anda gagal bayar dan akhirnya terlilit utang.

Pengajuan KTA untuk DP rumah juga akan membuat Anda membayar dua kali selama sebulan. Selain untuk membayar cicilan KTA, Anda juga harus membayar cicilan KPR setiap bulannya.

Contoh kasus, pasangan suami istri dengan total penghasilan 10 juta per bulan. Mereka ingin membeli rumah di sebuah perumahan dengan harga Rp500 juta. Dana awal yang mereka butuhkan sebagai DP awal adalah 30 persen dari harga rumah tersebut yakni 150 juta.

Namun keduanya hanya memiliki uang sebesar Rp.110 juta. Untuk memenuhi keinginan yang sudah lama terpendam, maka mereka secara nekat mengajukan KTA sebesar Rp50 juta kepada salah satu bank di Indonesia dengan jangka pembayaran empat tahun, dan bunga 1,5 persen.

Dana sebesar 30 juta mereka gunakan untuk membayar DP awal, dan sisanya yang 10 juta mereka gunakan untuk membayar biaya lain-lain. Kini mereka telah memiliki rumah. Maka marilah berhitung berapa besarnya cicilan yang harus mereka bayarkan setiap bulannya.

kta
Pasangan keluarga baru tersebut, harus membayar Rp1.791.666,67 per bulannya untuk melunasi KTA selama empat tahun sebesar Rp86.000.000. Tentu persoalan ini akan merugikan keduanya.

Pasalnya, besarnya KTA yang dipinjam hanyalah Rp50 juta, namun setelah ditotal mereka harus membayar hampir dua kali lipat dari KTA, belum lagi biaya KPR yang tetap harus mereka cicil setiap bulannya.

Memang di balik keuntungan dan kemudahan yang ditawarkan, akan ada banyak risiko yang dihadapi. Contohnya seperti kasus di atas. Maka dari itu, ada baiknya jika Anda tidak menggunakan KTA sewaktu DP rumah. Karena yang Anda bayarkan jauh lebih besar dari yang dibayangkan. Semoga bermanfaat.