Banyak Promo Istimewa, Segera Beli Rumah Bulan Agustus di IPEX, JCC
Pameran Indonesia Properti Expo Februari 2017 (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Jangan ditunda lagi, beli rumah maupun properti lainnya sekarang. Pasalnya, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk memberikan penawaran spesial bagi pembeli KPR bersubsidi dan non-subsidi dalam ajang Indonesia Properti Expo (IPEX) 2017 yang diprakarsai PT. Ad-house Indonesia Cipta (AIC).

Untuk KPR non-subsidi, Managing Director Consumer Banking Bank BTN Handayani menuturkan bahwa ada dua jenis penawaran yang diberikan. Pertama, bunga cicilan sebesar 5 persen fix and cap selama setahun.

“Kemudian, kami juga tawarkan bunga cicilan 6,5 persen fix and cap selama tiga tahun,” jelas Handayani saat Developer Gathering IPEX 2017 di Jakarta, Kamis (20/7).

Adapun untuk KPR subsidi, penawaran yang diberikan yakni berupa fasilitas suku bunga murah sebesar 5 persen, uang muka atau down payment 1 persen, dan diskon biaya administrasi.

Pada tahun ini, emiten dengan sandi BBTN menargetkan penyaluran KPR tumbuh di level 21-23 persen secara tahunan (YoY). Untuk IPEX 2017, Handayani menargetkan penjualan bisa menembus di angka Rp.5 triliun.

“Tahun lalu yang kami peroleh Rp.4,2 triliun,” jelasnya.

IPEX 2017 dijadwalkan digelar pada 11-20 Agustus 2017 di Hall A dan B Jakarta Convention Center. Tak kurang dari 900 proyek properti di seluruh Indonesia akan dihadirkan pada kegiatan yang rencananya bakal dibuka Presiden Joko Widodo itu.

Adapun jumlah pengunjung ditarget dapat mencapai 350.000 orang. Artinya, target tersebut meningkat dari capaian tahun lalu yang hanya 320.000 orang.

Bagi para pengunjung pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) 2017, bisa langsung booking fee ditempat. Apalagi, hunian layak huni merupakan kebutuhan mutlak bagi pasangan muda yang baru menikah.

Direktur Utama PT. Adhouse Indonesia Cipta (AIC) Soedirman Zakaria mengakui, sebagai salah satu kebutuhan dasar manusia, yaitu permintaan rumah tidak akan pernah berhenti. Setiap tahunnya, Indonesia membutuhkan tidak kurang dari 800 ribu unit rumah baru.

“Tapi, dari angka itu, hanya setengahnya yang dapat dipenuhi oleh masyarakat, baik melalui pengembang perumahan maupun swadaya masyarakat sendiri,” jelas Soedirman Zakaria.

Lebih lanut dikatakan Soedirman, kebutuhan masyarakat terhadap properti dinilainya sangat besar, baik untuk tempat tinggal maupun investasi. Sebab itu, kata Soedirman, perbankan sudah pasti akan merespon jika pasarnya siap untuk difasilitasi pembiayaannya melalui skema kredit.

Pengembang perumahan saat ini, masih dikatakan Soedirman Zakaria, memiliki banyak proyek dan real estate yang tersebar di wilayah Jabodetabek dan dikembangkan oleh sejumlah anak perusahaan. “Salah satunya yang dipasarkan yaitu unit rumah dengan konsep minimalis dan tersedia berbagai jenis type hanya di pameran yang berlangsung selama sembilan hari ini,” pungkas Soedirman Zakaria.