Banyak Orang Belum Tahu, Kemacetan Bisa Diprediksi 3-6 Jam Sebelumnya
Kemacetan di Tol Brexit (Foto: thetanjungpuratimes)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Kemacetan yang terjadi di pintu keluar (exit toll) Brebes Timur Exit (Brexit) pada Lebaran 2016 lalu seharusnya tidak terjadi.

Pasalnya, lalu lintas di pintu tol selalu memberikan informasi melalui marka jalan, agar kemacetan bisa dihindari dan tidak semakin parah.

“Karena teori (sistem informasi) sudah lengkap, sudah ada pengetahuan juga. Kita bisa prediksi macet 3-6 jam sebelumnya,” imbuh Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Danang Parikesit kepada pers, Selasa (4/4).

Menurutnya, karena skema tol tersebut dibuat tertutup dan tak dapat dikendalikan di bagian pintu keluar, maka kuncinya terletak pada gerbang tol.

Jika jumlah kendaraan yang masuk tol diprediksi akan mengganggu kenyamanan dan membahayakan tingkat kesalamatan maka harus dilakukan tindakan preventif.

Sejak di gerbang tol, pengemudi telah dialihkan ke jalur alternatif, seperti jalan provinsi atau kabupaten. Dengan begitu, kendaraan tak menumpuk di pintu keluar tol.

“Kejadian tahun lalu itu kan mobil sudah di dalam tol, mau keluar terkunci. Mau balik enggak bisa,” jelas Danang.

Ia mengaku tidak mengetahui apakah sistem informasi lalu lintas telah terpasang. Semestinya, sistem yang salah satunya berupa kamera pengawas atau CCTV sudah dipasang sejak tol beroperasi.

CCTV memungkinkan perhitungan lalu lintas dan analisis pada timbulnya kemacetan.

“Ini dipasang di semua pintu tol. CCTV bukan hanya memantau situasi, tapi juga memprediksi terjadinya kemacetan pada sistem tol itu sendiri,” imbuh Danang.

Alat tersebut sangat murah, lanjutnya, sehingga tak ada alasan bagi operator atau badan usaha jalan tol (BUJT) belum menyediakan alat ini.

Menurut Danang, BUJT bertanggung jawab memasang alat tersebut. Tetapi, mereka juga harus mau memberikan datanya bila diminta sewaktu-waktu oleh pemerintah dalam rangka analisis lalu lintas.

Selain itu, setelah tiga ruas Tol Trans-Sumatera dapat dilintasi saat mudik Lebaran 2017, hal sama juga akan terjadi pada Tol Trans-Jawa.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) rencananya akan mengoperasikan sejumlah jalur yang ada di sepanjang jaringan Tol Trans-Jawa.

Jalur sepanjang 267 kilometer dijadwalkan bisa dilalui pada arus mudik dan balik Lebaran 2017 nanti.

Ruas-ruas tol tersebut mulai dari Brebes Timur-Pemalang, Batang-Semarang, Solo-Ngawi, Ngawi-Kertosono, dan Mojokerto-Surabaya.

Selain jalur fungsional, Kementerian PUPR juga merencanakan operasional tiga ruas tol di Jaringan Tol Trans-Jawa pada semester I 2017.

Ketiganya ialah ruas Semarang-Solo Seksi III Bawen-Salatiga sepanjang 17,6 kilometer, ruas Kertosono-Mojokerto sepanjang 20,8 kilometer, dan ruas Gempol-Pasuruan Seksi I Gempol-Rempang sepanjang 13,9 kilometer.