Booth Perumnas di Pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) 2017. (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co. id – Fenomena bencana banjir yang melanda disejumlah titik Ibukota Jakarta, saatnya masyarakat antisipasi investasi maupun mencari hunian di wilayah kota penyangga yang memiliki daratan lebih tinggi. Apalagi, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dapat beli rumah dengan harga subsidi mulai dari Rp.120 juta sampai maksimal Rp.141 juta per unit.

Rumah subsidi tersebut ditawarkan Perum Perumnas yang tengah memasarkan sedikitnya 1.000 unit rumah murah melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di kawasan Cibungbulan, Bogor, Jawa Barat hingga akhir 2017.

Direktur Pemasaran Perumnas, Muhammad Nawir membenarkan, belum lama ini perusahaan telah meluncurkan pemasaran rumah tapak Sentraland Dramaga Bogor tersebut. Apalagi hunian ini, paling banyak ditujukan untuk KPR subsidi dalam rangka mendukung Program Sejuta Rumah.

“Sentraland Dramaga Bogor untuk landed house, dominan untuk FLPP,” kata Nawir saat berbincang dengan wartawan di Caribou Coffee, Jakarta, belum lama ini.

Manajer Proyek Sentraland Dramaga Bogor Perumnas, Prima Ramadian Mulia menjelaskan, rumah subsidi ini berlokasi di kawasan Cibungbulan, Bogor. Sekitar 30 menit dari kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) Dramaga atau 1 jam dari Stasiun Bogor.

Di area tersebut, sambungnya, Perumnas menguasai kepemilikan lahan seluas 38 hektare (ha) yang akan dibangun perumahan hampir 3.000 unit. Terdiri dari rumah sederhana tapak, rumah sederhana, dan ruko komersial.

“Tahap I dan II tahun ini, kami ditargetkan menjual lebih dari 1.000 unit rumah. Tahap I sebanyak 620 unit rumah dan 535 unit rumah di tahap II. Itu targetnya sampai akhir 2017,” jelas Prima.

Lebih jauh dikatakan Prima, tipe rumah yang dijual di tahap I adalah tipe 21, tipe 28, dan tipe 36 rumah sederhana tapak. Harganya berkisar Rp 120 juta sampai dengan Rp 141 juta per unit, merupakan harga rumah subsidi atau KPR FLPP. Tahap II pun dengan tipe rumah yang sama.

“Harga rumah di Sentraland Dramaga Bogor tipe 21 dijual Rp 120 juta, tipe 28 seharga Rp 127 juta, tipe 36/60 seharga Rp 141 juta. Itu yang rumah subsidi. Sedangkan yang ruko komersial tipe 36/72 seharga lebih dari Rp 200 juta per unit,” terang Prima.

Dari target 2.400 unit rumah yang dibangun di Sentraland Dramaga Bogor, sekitar 68 persen-70 persen ditujukan untuk rumah subsidi. Sedangkan sisanya untuk ruko komersial. “Kami memang konsentrasi membangun rumah subsidi sesuai dengan penugasan dari pemerintah,” pungkasnya.