ilustrasi. (Foto: ist)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id –  Rencananya akan dibangun Apartemen diatas Kantor PT Mass Rapid Transit (MRT) di Lebak Bulus Jakarta Selatan. Untuk mewujudkan itu, pengembang sarana transportasi tersebut bakal menggandeng PT Jakarta Propertindo (Jakpro).

Direktur Utama PT MRT William Sabandar membenarkan, tentang rencananya itu. Bangunan apartemen tersebut dipastikan akan dikembangkan diatas lahan seluas 1.000 meter persegi.

“Jadi tadi disepakati untuk membangun kantor MRT di kawasan Depo Lebak Bulus. Nantinya kantor MRT akan butuh sekitar tujuh lantai. Atasnya nanti bisa dikerjasamakan dan dibisniskan dengan membangun apartemen,” ucap William, usai mengikuti rapat pimpinan (rapim) di Balai Kota DKI Jakarta, baru-baru ini.

William menambahkan, proyek ini ditargetkan rampung pada Maret 2019. Saat ini, pihaknya fokus menyelesaikan pembangunan depo MRT terlebih dahulu.

“Kita berharap konstruksi selesai dulu. Begitu nanti pembangunan depo MRT selesai, kita baru proses pembangunan apartemennya supaya tidak terganggu,” kata William.

Sementara itu, terlihat pengurangan lajur membuat halte transjakarta di sisi kiri jalan harus dibongkar untuk pembangunan depo sehingga PT MRT membangun halte baru tepat di samping konstruksi layang.

Bahkan, movable concrete barrier (MCB) juga terlihat sudah terpasang sebagai batas lajur transjakarta dengan kendaraan biasa. Lajur busway pun sebagian sudah dicat merah. Halte yang baru persis seperti halte lama yang masih beroperasi.
Halte tersebut memiliki panjang sekitar 50 meter dan koridor berada di sisi sebelah kiri untuk naik turun penumpang.

Pengurangan lajur terjadi di dua sisi selatan dan satu lajur di sisi utara Jalan Pasar Jumat. Kemudian, pengurangan lajur di sisi utara Stasiun Lebak Bulus dari yang sebelumnya dua jalur ialah untuk kendaraan pribadi menjadi satu jalur.

Pengurangan lajur di sisi selatan Stasiun Lebak Bulus ialah dari yang sebelumnya lima lajur kendaraan dan satu jalur transJakarta menjadi tiga lajur kendaraan dan satu jalur transjakarta.

Kepala Terminal Lebak Bulus Simon Ginting mengatakan, pihaknya juga telah diminta untuk membantu rekayasa lalu lintas ini. “Kami lihat lagi nanti seperti apa yang dibutuhkan di lapangan karena situasional,” ujar Simon.