Booth HK Realtindo. (Foto: dok.inapex)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Seiring terus meningkatnya permintaan hunian vertikal, PT HK Realtindo, anak perusahaan PT Hutama Karya (Persero) Tbk akhirnya tertarik ikut investasi Rp.2,1 Triliun untuk proyek pembangunan dekat stasiun kereta.

Tak kalah dengan pengembang lain, HK Realtindo juga memulai pengembangan apartemen terintegrasi stasiun kereta komuter di stasiun Jurangmangu, Tangerang Selatan-Banten.

Nantinya, penghuni pada apartemen tersebut bakal menjadi primadona bagi penghuni yang memanfaatkan akses jalur kereta Jakarta-Bintaro-Serpong-Parung Panjang-Tigaraksa-Maja-Rangkasbitung, bermitra dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Direktur Utama Hutama Karya Bintang Perbowo, proyek akan dibangun di atas lahan seluas 4,6 ha yang terdiri dari enam tower mencakup total 4.510 unit hunian dengan investasi Rp2,1 triliun.

“Tahap pertama dibangun tiga tower sebanyak 1.500 unit dengan investasi Rp891 miliar. Sekitar 30 persennya atau 450 unit berupa apartemen bersubsidi,” katanya melalui siaran pers di Jakarta, belum lama ini.

Saat ini proyek masih dalam proses pengurusan perizinan selain optimalisasi trafik stasiunnya. Target pembangunannya akan dimulai semester pertama tahun depan dengan target topping off (tutup atap) pada 2023. Untuk tahap kedua sebanyak 2.300 unit akan dilakukan bertahap setelah pengembangan tahap pertama selesai. Tipe unitnya mulai dari 32 m2 dan untuk harga subsidi Rp8 juta/m2.

Direktur Utama KAI Edi Sukmoro mengatakan, kerja sama pengembangan hunian terintegrasi stasiun dengan beberapa anak perusahaan BUMN ini bentuknya kerja sama jangka panjang yang berpedoman pada pendayagunaan aset tetap BUMN.

HK Realtindo akan bertindak sebagai pengembang yang membangun di atas aset lahan milik KAI. “Dengan berhuni di sini harapannya biaya transportasi masyarakat berkurang dan penataan ruang kota semakin efisien,” ujarnya.

Proyek HK Realtindo di Jurangmangu ini merupakan bagian dari proyek terintegrasi transportasi massal yang diresmikan bersama Cisauk Point di stasiun Cisauk (PT Adhi Commuter Properti-KAI) dan stasiun Rawabuntu (Perum Perumnas-KAI) oleh tiga menteri serta Gubernur Banten dan Walikota Tangsel, di stasiun Rawabuntu.

“Total tiga proyek terintergrasi stasiun itu menelan investasi sekitar Rp6 triliun. Ini salah satu cara pemerintah mendorong masyarakat menggunakan transportasi public guna mengurangi kemacetan lalu lintas, polusi, dan pemborosan BBM,” kata Menteri BUMN Rini Soemarno.