Baca Dulu Kerugian Beli Rumah Melalui KPR!
Ilustrasi (Foto: urbanindonesia)

 

INAPEX.co.id, – Membeli rumah melalui KPR banyak diminati konsumen sebab menawarkan sejumlah keuntungan, misalnya biaya awal yang ringan. Calon debitur hanya diminta melengkapi dokumen termasuk telah melunasi uang muka rumah kepada pengembang.

Sejatinya KPR diberikan oleh perbankan, meskipun telah ada sejumlah perusahaan pembiayaan yang menyalurkan dana dari lembaga sekunder untuk pembiayaan perumahan (housing financing). Lantas, apa saja keuntungan dan kerugian dari KPR?

Keuntungan Melalui KPR

• Biaya awal ringan dan memungkinkan bisa mempunyai rumah dengan dana minim.

Asalkan Anda memenuhi syarat yang telah ditetapkan oleh bank, uang tunai yang harus disiapkan ialah 15% – 20% dari harga rumah (untuk uang muka yang akan dibayarkan ke pengembang properti), cicilan bulan pertama, dan biaya administrasi legal.

• Beli rumah dengan KPR sifatnya legal. Bank hanya membiayai pembelian rumah yang lengkap dengan sertifikat. Sebelum menerima sertifikat tersebut, bank mengecek keabsahannya lewat Badan Pertanahan Nasional (BPN). Artinya, legalitas rumah yang Anda beli sudah terjamin dan aman.

• Rumah siap dihuni sebab pembelian dengan KPR berarti Anda dapat langsung menghuni rumah itu, bahkan sebelum cicilan pinjaman lunas.

• Anda dapat memakai rumah yang dibeli dengan KPR untuk investasi jangka panjang. Terlebih rumah yang dibeli terletak di lokasi strategis, nilai rumah dapat dipastikan akan terus bertambah setiap tahun.

• Jika Anda menyewakan rumah yang dibeli dengan KPR, kemudian memakai uang sewa tersebut untuk membayar cicilan bulanan, artinya Anda mendapatkan rumah secara gratis.

• Bank juga mensyaratkan adanya asuransi properti, yang preminya tertera dalam cicilan bulanan KPR, untuk melindungi rumah Anda dari risiko kebakaran dan lain-lain.

Kerugian Melalui KPR

• Harga rumah lebih tinggi sebab ada tambahan bunga dan biaya yang muncul lainnya, termasuk administrasi KPR dan legalitasnya.

• Prosedurnya cukup lama daripada membeli secara tunai.

• Membutuhkan banyak dokumen untuk pengajuan KPR, seperti Kartu Keluarga, KTP, slip gaji, buku nikah,  rekening koran dan masih banyak lagi.

• Beresiko kredit macet ketika ada hal-hal di luar perkiraan, contohnya sakit keras dan harus opname, sehingga dana untuk cicilan terpakai, atau terkena PHK dan tabungan tak mencukupi untuk membayar cicilan.

• Walaupun membeli rumah dengan KPR merupakan investasi, sementara properti bukanlah investasi likuid. Ketika Anda mendesak butuh uang tunai, menjual rumah bukan merupakan solusi yang mudah.

• Bank butuh Anda terus membayar bunga karena itulah sumber pemasukan mereka. Jika Anda melunasi sisa pinjaman KPR, risikonya adalah biaya penalti. Tanyakan soal ini ke bank sebelum mengajukan proses KPR.