Presiden RI Jokowi optimis tax amnesty capai target(foto:klinikpajak
Presiden RI Jokowi optimis tax amnesty capai target(foto:klinikpajak

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Kendati diawali dengan rasa pesimis, namun hingga saat ini berdasarkan data Dirjen Pajak jumlah kekayaan yang telah di declare melalui program Tax Amnesty sudah mencapai Rp.19,4 triliun.

Bahkan pencapaian itu akan terus meningkat hingga tembus diangka Rp.500 triliun, seiring bertambahnya pemanfaat program pengampunan pajak itu.

“Kalau awalnya ada pesimis, sekarang ini saya melihat, mendengarkan setiap ketemu dengan pelaku dunia usaha mereka, menggunakan enggak, memanfaatkan enggak tax amnesty ini. Mereka semua menyatakan akan memanfaatkan ini. Sebab kalau tidak, ini tidak akan datang lagi,” kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung diacara Sosialisasi Amnesti Pajak dilingkungan Lembaga Kepresidenan, di Aula Lantai 1 Gedung III Kemensetneg, Kamis (15/9) pagi.

Dengan demikian, masih dikatakan Pramono, angka Rp165 triliun menjadi target pemerintah sebagaimana tertuang pada APBN-P Tahun Anggaran 2016.

“Sebagai semacam benchmark kita. Tetapi bagi pemerintah terutama Presiden yang memimpin langsung sosialisasi tax amnesty di beberapa kota, yang paling utama adalah tax base-nya itu pasti akan menjadi semakin luas,” tambahnya.

Selain itu, ditambahkan Pramono, Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak sekarang juga terlihat terus meningkat luar biasa. “Orang mulai mempunyai kesadaran,” tambahnya.

Namun Seskab menegaskan, bahwa tax amnesty ini adalah hak bukan kewajiban.

Ia menjelaskan, ebenarnya esensi dasar dari tax amnesty ini bukan menyasar yang kecil-kecil, karena yang diutamakan dalam tax amnesty ini adalah orang-orang, para pelaku besar yang memarkir dananya di luar supaya mereka menggunakan ini, baik deklarasi maupun repatriasi.

“Saya melihat dari angka yang sekarang ini kurang lebih Rp500 triliun, sebagian besar adalah dari dunia usaha, karena memang merekalah yang mempunyai modal yang cukup besar atau uang yang cukup besar,” papar Pramono.