ilustrasi. (Foto: dok.inapex)

SEMARANG, INAPEX.co.id – Awal Tahun 2019, investasi terus meningkat di Provinsi Jawa Tengah. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Semarang mencatat sampai pertengahan Maret 2019 sudah mencapai investasi senilai Rp 2,5 triliun.

Kepala DPMPTSP Kota Semarang, Ulfi Imran Basuki membenarkan angka itu belum signifikan, mengingat target investasi dipatok Pemkot Semarang pada tahun ini mencapai Rp 20,5 triliun.

Kendati demikian, Ulfi tidak risau dengan capaian di awal tahun itu. Menurutnya, biasanya investasi akan naik signifikan ketika tengah tahun hingga akhir tahun.

“Kami yakin target akan tercapai karena adanya penerapan One Singel Submission (OSS) yang memang berlaku secara nasional. Selain itu, di Semarang juga punya program sendiri yang juga memercepat proses perizinan usaha,” katanya.

Selain OSS, Ulfi menuturkan, pihaknya juga memiliki pelayanan lain yang dimungkinkan belum ada di daerah lain. Ia menyebutkan, program itu adalah digital signature, atau tanda tangan digital.

“Jadi kalau OSS itukan mengkover 120 jenis perizinan. Nah kami punya terobosan lain. Maksud kami dengan tanda tangan digital perizinan bisa lebih cepat, tidak harus menunggu orang yang bersangkutan,” katanya.

Saat ini, masih dikatakan Ulfi, sudah ada beberapa perizinan di Kota Semarang yang menggunakan tanda tangan digital, yaitu mulai jasa konstruksi hingga usaha kesehatan.

Sektor yang paling tinggi investasinya di Kota Semarang masih diduduki bidang properti dan industri.

Di Kendal misalnya, pada tahun ini diproyeksikan ada tambahan puluhan investor baru yang akan segera merealisasikan investasinya di Kawasan Industri Kendal (KIK).