Rumah idaman Dodi Triono. (Foto: tribunneews)
Rumah idaman Dodi Triono. (Foto: tribunneews)

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Kisah tragis korban pembunuhan di Pulomas, Kayu Putih, Jakarta Timur ternyata memiliki banyak cerita tersendiri bagi sejumlah temannya.

Bahkan dibalik kesuksesannya sebagai pengusaha dibidang properti, Arsitek Dodi Triono tewas di rumah yang di desainnya sendiri.

“Tahun 1981 dia udah lulus, sedangkan saya tahun 1983. (Dodi) pintar orangnya dia, bakat arsiteknya memang kuat. Rumahnya ini juga dia yang desain. Sekarang dia (Dodi) developer, pengusaha properti-lah. Dia kayaknya join sama orang juga mungkin,” Sarjono (58), teman Dodi, di depan rumah yang menjadi lokasi peristiwa nahas itu.

Sarjono merupakan teman kuliah Dodi selama menimba ilmu di Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Menurut Sarjono, Dodi merupakan mahasiswa Fakultas Teknik UI angkatan 1976. Dia merupakan salah satu mahasiswa yang cerdas.

Kemudian Sarjono mengaku, terakhir kali menjumpai Dodi pada Jumat (23/12/2016) lalu. Ketika itu, ada acara reuni kampus yang diselenggarakan di sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Jakarta Pusat.

Impian Tahun Baru

Duka mendalam pun masih dirasakan mantan istri Dodi yang kedua yang bernama Almyanda Saphira. Perempuan yang akrab disapa Vira itu mengungkapkan, Dodi beserta anak-anaknya berencana pindah dari lokasi pembunuhan tersebut pada awal tahun 2017.

Pasalnya, rumah utamanya yang di Pulomas Residence RT 12 RW 16 hampir rampung direnovasi. “Tahun baru nanti seharusnya mereka di rumah Pulomas Residence. Tapi mereka keburu dijemput (meninggal dunia),” kata Vira.

Pernikahannya dengan Dodi, Vira dikaruniai tiga orang putri. Mereka adalah Diona Arika (16), Zanette Kalila (13) dan Dianita Gemma (9). Dua putri Vira tewas akibat peristiwa penyekapan di kamar mandi, yakni Diona Arika (16) dan Dianita Gemma (9).

Sementara itu, Zanette Kalila (13) masih dirawat di Rumah Sakit Pulomas, Jakarta Timur. Selain putrinya, mantan suaminya Dodi, teman putrinya Amelia Callista (10), Yanto dan Tasrok yang merupakan sopir keluarga itu pun tewas.

Mereka tewas karena kehabisan oksigen lantaran disekap didalam kamar mandi ukuran 1,5 meter x 1,5 meter selama kurang lebih 17 jam.

Dodi diketahui pernah tiga kali menikah. Istri dari pernikahan pertama Dodi bernama Dewi dan bercerai pada 1995. Dodi memiliki tiga orang anak dari pernikahannya dengan Dewi, yang semuanya sudah berkeluarga.

Anak pertama bernama Setya Detri, anak kedua dan ketiga merupakan kembar bernama Andini dan Andina Fitri.

Istri Dodi dari pernikahan kedua bernama Almyanda Saphira dan sudah bercerai pada 2014. Mereka memiliki tiga orang putri, yakni Diona Arika (16), Zanette Kalila (13) dan Dianita Gemma (9). Sementara itu, istri Dodi dari pernikahan ketiga adalah Agnesya Kalangi yang saat ini tengah mengandung tujuh bulan.

Dalam kasus ini polisi telah menangkap tiga pelaku, yakni Ramlan Butarbutar, Erwin Situmorang dan Alfins Bernius Sinaga. Ramlan tewas ditembak karena melawan saat ditangkap polisi. Sedangkan satu tersangka bernama Yus Pane masih menjadi buronan pihak Kepolisian.