PT Adhi Persada Properti tetap optimis bisa mencapai target penjualan hingga Rp.150 Milyar.

JAKARTA, INAPEX.co.id – PT Adhi Persada Properti tetap optimis bisa mencapai target penjualan hingga Rp.150 Milyar selama pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) 2018 di Jakarta Convention Center (JCC).

Dalam ajang IPEX ini, APP menampilkan sejumlah proyek unggulan, seperti The Conexio, Grandhika City Life Style, The Padmayana serta The Anggana.

“Melihat situasi pasar yang ada, serta produk-produk kami dengan keunggulannya, kami optimis mendapatkan angka target tersebut,” kata Wahyuni Sutantri, Direktur Pemasaran PT Adhi Persada Properti di JCC Jakarta, Jumat (28/9/2018).

Wahyuni mencontohkan proyek The Conexio yang berlokasi di kawasan Jatibening Bekasi, yang memiliki “Golden Akses”, antara lain Stasiun LRT Cikunir, Tol Jakarta Cikampek dengan gerbang in dan out Jatibening, TOL Becakayu serta jalan raya Kalimalang.

Dikembangkan di lahan seluas ± 3.05 Ha, The Conexio direncanakan akan memiliki 4 tower. “Saat ini proses pembangunan konstrusi sedang dalam tahap persiapan. Rencananya groundbreaking tower pertama akan kami lakukan pada November 2017 lalu dan Topping Off di Maret 2019 Bulan. Pada bulan Maret 2020, The Conexio direncanakan sudah bisa diserahterimakan kepada pembeli,” kata Hartono, Project Director The Conexio.

Tower I The Conexio akan dibangun dengan ketinggian 27 lantai yang terdiri dari 667 Unit apartemen.

Kemudian beberapa pilihan type disediakan developer ini, mulai dari Type Studio dengan luas 27.68 M2, 1BR dengan luas 42.2M2, serta 2BR dengan luas 57.6 M2.

Untuk type studio, disediakan sebanyak 499 Unit, type 1BR sebanyak 45 Unit, dan type 2BR sebanyak 123 Unit.

Hartono menambahkan, untuk saat ini harga yang kami lepas ke konsumen mulai dari Rp 590.000.000. Seiring dengan kenaikan harga properti, setiap tahunnya harga apartemen ini mengalami kenaikan sebesar 10%.

Selain itu, pengembang Pikko Group juga optimis dengan penjualan proyek 600 unit Signature Park Grande di Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan akan ludes terjual.

Direktur Marketing Pikko Group, Sicilia Alexander Setiawan mengatakan proyek yang mulai dibangun pada 2012 itu baru selesai pada 2017 lalu dengan total 2.600 unit dengan luas 5,5 hektare.

Adapun total unit yang tersisa di Signature Park Grande menjadi target pendapatan dari proyek ini bisa lebih dari Rp1 miliar selama IPEX 2018.

“Harganya ini dari Rp800 juta sampai Rp2 miliar, ada yang studio sampai two bed rooms,” jelas Sicil.

Hunian untuk segmen menengah ke atas ini, merupakan proyek yang memberikan ekstra nilai tambah alias added value bagi konsumen. Diantaranya yang paling diandalkan adalah kenaikan harga di kawasan itu.

Sicil menceritakan, pada saat peluncuran perdana tahap I, harga tanah di bilangan MT Haryono masih berkisar Rp10 juta per meter persegi. Saat ini kata Sicil harga tanah di lokasi tersebut sudah mencapai Rp30 juta per meter persegi.

Oleh sebab itu, dia mengakui bahwa perusahaan tidak menargetkan penjualan kepada end-user ataukah investor, sebab perusahaan harus bisa memenuhi kebutuhan dua kategori pembeli tersebut.

“Kami dari Pikko Group menekankan pentingnya capital gain bagi konsumen. Harganya harus naik terus, ada rental management jadi bagi customer yang membeli juga bisa disewakan kepada tenant, kami bisa memfasilitasi,” tutur Sicil.

Proyek Signature Park Grande ini sudah menelan investasi lebih dari Rp1 triliun. Beban investasi terbesar adalah biaya untuk pembelian lahan di MT Haryono. Kendati demikian, Signature Park Grande berdiri di antara dua jalan besar yaitu Dewi Sartika dan MT Haryono.

Alasan rentannya kenaikan harga di Signature Park Grande dalam beberapa tahun terakhir dikarenakan proyek tersebut tidak jauh dari proyek light rail transit (LRT).

Sicil mengakui, proyek ini masih tergolong dalam transit oriented development yang sedang didengungkan pemerintah.

“Ini membuat mereka yang punya unit bangga, dan yang terbaik LRT sudah hampir jadi. Jadi kita diapit dua station LRT, cuma 270 meter alias 4 menit jalan kaki ke LRT Station,” tutur Sicil.

Meskipun begitu, Sicil tak menampik tahun ini kenaikan harga di MT Haryono memang tak terlalu signifikan, namun beban biaya pembangunan untuk memperluas Signature Park Grande masih cukup besar.