ilustrasi. (Foto: inapex)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Jelang akhir tahun 2018, pengembang Agung Podomoro Land menggelar program spesial bertajuk ‘Home for Millennials. Program ini dirancang khusus untuk para millennial dengan menghadirkan Hunian cicilan hanya Rp.2 Jutaan.

Program ini didasarkan pada temuan Riset Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai adanya peralihan konsumsi di masyarakat.

Kepala BPS Suhariyanto mengakui, untuk kalangan usia produktif saat ini lebih senang membelanjakan uangnya untuk mencari pengalaman ketimbang memiliki barang.

Agung Wirajaya, Assistant VP, Head of Strategic Residential Marketing Division mengatakan, Salah satu alasan mengapa generasi milenial kurang giat menabung dan berinvestasi adalah mereka cenderung menghabiskan uang mereka untuk jalan-jalan mencari pengalaman serta mengunjungi tempat-tempat baru.

Hal ini tentu sangat disayangkan, mengingat pentingnya berinvestasi sejak dini. Akan lebih baik jika sebagian dari penghasilan generasi milenial dialihkan untuk berinvestasi. Contohnya melalui pembelian properti.

Data dari Bappenas mengemukakan bahwa Indonesia memiliki 250 juta jiwa, 60% dari jumlah tersebut adalah usia produktif (15-64 tahun) yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia. Sedangkan jumlah generasi milenial di Indonesia (usia 22-37 tahun) adalah 34,45% atau 90 juta dari total jumlah penduduk Indonesia.

Agung menjelaskan, generasi milenial menguasai 40% kelompok pembeli potensial properti di Indonesia. Dan angka tersebut diperkirakan akan meningkat menjadi 70% pada 2030.

Faktor generasi milenial yang lebih mementingkan gaya hidup serta pencarian pengalaman baru, ditambah semakin meningkatnya harga jual rumah, menjadi perhatian khusus dan mendasari dirancangnya program khusus Hunian Angsuran hanya Rp2jutaan.

Semakin bertambahnya usia tentu para milenial harus mulai berpikir lebih bijak dalam mempersiapkan masa depan. Caranya adalah dengan mulai berinvestasi dan mengelola keuangan. Pilih instrumen investasi yang aman dan menguntungkan, yaitu pembelian properti. Karena khususnya di Indonesia, ketersediaan lahan sangatlah terbatas, jelas Zaldy Wihardja, Assistant Vice President, Residential Marketing

Zaldy menambahkan Walaupun banyak kendala yang dihadapi milenial saat ingin membeli properti, namun mereka harus memaksakan diri membelinya. Karena kenaikan harga properti selalu lebih tinggi daripada inflasi.

Artinya properti adalah alat investasi yang aman dan menguntungkan, sekaligus dapat menjadi penghasilan tambahan (passive income) serta porto folio income melalui kenaikan harga properti tiap tahun.