Apartemen Pilihan Terbaik, Bagi Masyarakat Tidak Mampu
Apartemen Terbaik (Foto: gg)

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Keterbatasan lahan membuat pemenuhan perumahan masih jadi pekerjaan rumah pemerintah. Maka tinggal di hunian vertikal merupakan pilihan terbaik.

Kenyamanan tinggal di apartemen tentu cocok untuk pekerja kota yang membutuhkan efisiensi waktu untuk ke kantor, lokasi strategis dan kemudahan fasilitas umum lainnya.

Oleh sebab itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat berharap para pengembang dapat membangun secara vertikal, karena lahan sudah tak dapat dibangun secara horisontal.

“Kebutuhan pangan kita belum berdaulat, sebagian masih impor. Papan juga masih ada yang tinggal di kolong jembatan. Indonesia sudah 71 tahun merdeka lho,” paparnya dalam sambutan acara Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD REI DKI Jakarta 2016, di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Selasa (18/10).

Khususnya di Provinsi DKI Jakarta yang mempunyai luas dan penduduk yang banyak, pemerintah belum bisa menyuplai perumahan bagi warganya.

Dia mengakui, pemerintah belum bisa memenuhi dua kebutuhan pokok ini. Sementara apabila suatu negara hendak merdeka sepenuhnya, terdapat 3 kebutuhan yang harus terpenuhi, yaitu sandang, pangan, dan papan.

Dari tiga kebutuhan tersebut, baru sandang yang sudah terpenuhi. “Untuk DKI Jakarta, kita sadari kebutuhan perumahan masih sangat banyak. Masih banyak warga kita yang tinggal di rumah-rumah yang tidak layak,” jelas Djarot.

Ia menuturkan bahwa rumah yang tak layak membuat penghuninya mudah terjangkit penyakit atau banjir. Rumah tak layak tersebut masih ada di bantaran sungai, kolong tol, kolong jembatan, dan tempat yang tak selayaknya satu bangunan berdiri lainnya.

Selain itu, dari kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah, di antaranya ialah untuk mendukung industri properti. Sektor properti diibaratkan seperti lokomotif yang mempunyai 174 gerbong di belakangnya.

“Universitas Indonesia (UI) menghitung, industri properti yang bergerak dapat mendorong perekonomian. Kalau industri properti berjalan dapat menyumbang 1,5 persen pertumbuhan ekonomi nasional,” jelas Ketua DPD REI DKI Jakarta Amran Nukman.

Amran menuturkan, dari kontribusi 1,5 persen ini, REI merupakan organisasi pengembang yang mempunyai peranan di dalamnya. Oleh sebab itu, Amran berharap pemerintah memberikan kemudahan untuk berusaha.

Sementara di dalam hal pemenuhan kewajiban, tambahnya, 9 tahun lalu REI DKI mengumpulkan para pengembang yang diwajibkan membangun rumah susun (rusun) sederhana.

Kesulitannya, apabila membangun di lahan milik pengembang, harga yang dipatok pemerintah tak sesuai dengan harga lahan yang mengikuti mekanisme pasar.

“Kami menginisasi mengumpulkan pengembang yang punya kewajiban dan membangun 360 unit rusun di Pulogebang, Lahannya punya pemda,” tutur Amran.

Rusun tersebut, dibangun dengan standar pemda dan jadi 4 blok, 2 blok diantaranya sudah diserahterimakan pada pemerintah.

(kps)