Pengembang Gunakan Dana Internal, Konsumen Dapat Harga Kompetitif
Ilustrasi. (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id –  Apartemen menjadi salah satu instrumen investasi yang cukup menggiurkan. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir ketika sektor lain di bidang properti mengalami stagnasi, bisnis apartemen terus mengalami peningkatan yang sangat pesat.

Tak terkecuali di tahun 2017 ini. Seperti yang telah diprediksi di awal tahun, investasi apartemen tetap lebih baik dari semua subsektor properti. Tanpa mengesampingkan instrumen properti lainnya seperti rumah, tanah, atau ruko.

Apartemen merupakan salah satu jenis properti yang perkembangannya cukup pesat di Indonesia sebagai investasi masa depan dan juga masa sekarang yang bernilai tinggi. Investasi masa depannya adalah harga jual yang semakin melambung tinggi.

Sedangkan investasi masa sekarangnya adalah harga sewa unit apartemen yang terbilang cukup tinggi sehingga menjadi salah satu passive income tersendiri bagi si pemiliknya.

“Ini jelas merupakan peluang menarik bagi investor ataupun end user di mana peningkatan capital gain di Woodland Park Residence dalam waktu lima tahun terakhir ini sudah mencapai 3 kali lipat,” kata Achmad Setiadi, Direktur Utama PT Pardika Wisthi Sarana selaku pengembang Woodland Park Residence.

Terlebih jika mereka juga menyewakan unitnya dengan yield sewa sebesar 6.5%-8% setiap tahun, ini sangat menarik dan menguntungkan.

Di samping itu pembeli tidak menghadapi risiko ditinggal lari oleh developer. “Properti ini sudah ready, produknya sudah jelas dan juga dibangun oleh arsitek dan kontraktor ternama,” tutur Setiadi.

Menerapkan konsep eco living, Woodland Park Residence yang dikembangkan di kawasan terintegrasi Kalibata, Jakarta Selatan ini memiliki perpaduan yang ideal antara tempat tinggal, perkantoran, dan area komersial yang berkembang.

Terlepas itu, secara terpisah Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan review Rencana Strategis (Renstra) Kementerian PUPR 2015-2019.

Kepala BPIW selaku Ketua Tim Pengarah Review Renstra, Rido Matari Ichwan mengatakan, perkembangan dinamika saat ini mendorong untuk melakukan review terhadap Renstra Kementerian PUPR 2015-2019.

“Tujuan agar keberadaan Renstra Kementerian PUPR dapat menjadi arah kebijakan program, kegiatan serta pendanaan yang efektif, dan mampu merespon dinamika pembangunan yang ada,” papar Rido saat menyampaikan arahan kebijakan dalam Kick Off Meeting Midterm Review Renstra PUPR di Jakarta, baru – baru ini.

Rido menerangkan, sejumlah perkembangan dinamika yang mengalami perubahan, antara lain lingkungan strategis, isu strategis serta kinerja 2015–2016 dan asumsi pendanaan.

“Untuk lingkungan strategis, misalnya ada perubahan arah kebijakan terkait prioritas nasional yang tercantum dalam Perpres No. 3 Tahun 2016, PP No. 13 Tahun 2017, Direktif Presiden dan lainnya,” terangnya.

Selain itu, ada juga aturan PMK No.136 Tahun 2014 tentang Petunjuk Penyusunan dan Penelaahan RKAK/L (ADIK) serta PermenPAN dan RB No. 12 Tahun 2015 tentang Pedoman Evaluasi atas Implementasi SAKIP turunan Perpres No. 29 Tahun 2014.

Rido mengatakan, dari dinamika isu strategis muncul dorongan agar ada penataan kelembagaan, mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. “Termasuk penyesuaian terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, kerangka regulasi serta isu kesetaraan gender,” terangnya.

Kemudian, ungkap Rido, dari dinamika kinerja 2015–2016 dan asumsi pendanaan diperlukan berbagai penyesuaian-penyesuaian. Seperti pada target dan realisasi kinerja, target dan realisasi pendanaan, kendala dan permasalahan realisasi investasi infrastruktur PUPR 2015 dan 2017, realisasi investasi infrastruktur PUPR 2015 dan 2016 serta proyeksi kebutuhan investasi infrastruktur PUPR 2017, 2018, dan 2019.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR yang juga Wakil Ketua Tim Pengarah Review Renstra, Prof. Anita Firmanti mengatakan, kegiatan review Renstra PUPR memiliki posisi strategis dalam arah Kementerian PUPR ke depan. Sehingga, kegiatan tersebut diharapkan dapat melahirkan Renstra PUPR yang efektif dan mampu merespon dinamika pembangunan.

Anita berharap, kerja keras BPIW yang didukung unor di lingkungan Kementerian PUPR akan mampu menjawab tantangan untuk melahirkan Renstra PUPR yang terjamin efektifitasnya dan mampu merespon dinamika pembangunan.

Kegiatan Kick Off Meeting Review Renstra PUPR ini dihadiri seluruh perwakilan unor di lingkungan Kementerian PUPR. Pada Juli mendatang ditargetkan telah lahir Midterm review Renstra PUPR 2015-2019.