apartemen-kemang-penthouse
Apartemen Kemang Penthouse. (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Apartemen Kemang Penthouse yang berlokasi di kawasan Jakarta Selatan ini, dibandrol bekisar Rp.3-5 miliar per unit. Bahkan hingga saat ini sudah terjual 30% dari 144 unit yang dilempar ke pasar. PT Mahardika Gagas Sejahtera (MGS) pengembang Kemang Penthouse terhadap apartemen berketinggian 27 lantai tersebut.

“Saat ini, sekitar 30% Kemang Penthouse sudah terpasarkan. Kami berharap apartemen ini akan menjadi hunian premium dengan menghadirkan gaya hidup stylish dan mewah di kawasan Jakarta Selatan,” jelas Direktur Utama PT Mahardika Gagas Sejahtera (MGS), Lukman Purnomosidi, di Jakarta, belum lama ini.

Lebih lanjut Lukman Purnomosidi menjelaskan, harga Kemang Penthouse tergolong lebih kompetitif tidak terkena aturan pajak barang mewah. Merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan No. 35/PMK.010/2017, pajak barang mewah terhadap penjualan properti hunian dikenai bagi unit yang dibanderol minimal Rp20 miliar per unit.

Karena itu, kata dia, kebijakan pengenaan pajak barang mewah tersebut tidak berdampak pada proyek apartemen-apartemen dikembangkan oleh pihaknya.

 

“Kondisi ini menjadi nilai lebih dari Kemang Penthouse. Walaupun dibangun dengan konsep menarik dan membidik pasar premium, Kemang Penthouse dibanderol berkisar Rp3-5 miliar per unit. Karena itu, Kemang Penthouse menjadi lebih kompetitif dari segi harga karena beban biaya produksi menjadi lebih rendah ,” kata Lukman Purnomosidi.

 

Lukman Purnomosidi menjelaskan, pembangunan proyek setinggi 27 lantai itu merupakan kelanjutan dari suksesnya MGS mengembangkan Senopati Penthouse, apartemen mewah di kawasan Senopati, Jakarta Selatan. Senopati Penthouse saat ini ludes terjual dan sudah terhuni sekitar 90%.

“Kemang Penthouse adalah hunian yang berada di segmen high-end yang didesain sebagai ikon baru di wilayah Kemang dan diharapkan mengikuti jejak kesuksesan Senopati Penthouse,” papar Lukman Purnomosidi.

Sementara itu, Bambang Tri Margono, direktur Coldwell Banker Commercial Indonesia menilai, maraknya pembangunan infrastruktur dan semakin banyaknya tenaga kerja asing ke Indonesia, terutama dari Jepang dan Tiongkok, membuat peluang pasar hunian premium semakin besar.

Selain para profesional mapan, para ekspatriat juga menjadi pasar potensial apartemen premium, apalagi di kawasan Kemang yang selama ini dikenal sebagai kawasan yang banyak dihuni orang asing.