Apakah Bank BTN Juga Berikan KPR Subsidi Untuk Driver Grab?
Driver Grab (Foto: instarix)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id, – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) sudah menjalin kerja sama dengan Manajemen GoJek berhubungan dengan kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi dan KPR mikro. Dengan kerja sama ini, maka sopir GoJek lebih mudah mempunyai rumah dengan memanfaatkan fasilitas tersebut.

Lalu, bagaimana sopir ojek berbasis aplikasi lain seperti Grab?

Direktur Konsumer Bank BTN Handayani menuturkan bahwa pihaknya sedang mengkaji kerja sama dengan komunitas sektor informal lain. Termasuk Grab.

“(Bagaimana dengan Grab?) Iya. BTN akan bekerjasama dengan beberapa community sektor informal income termasuk Grab,” tutur dia kepada pers, seperti ditulis di Jakarta, Senin (27/3).

Handayani menjelaskan bahwa dengan Go-Jek pihaknya memberikan kemudahan KPR dengan syarat sopir sudah jadi anggota selama setahun serta mempunyai tabungan di BTN minimal 3 bulan.

Keunggulan KPR subsidi ini adalah cicilan dengan bunga rendah dan tetap sekitar 5 persen per tahun. Kemudian, uang muka atau down payment (DP) yang dibayarkan hanya 1 persen.

Karena tidak mempunyai penghasilan tetap, maka para supir tidak perlu melampirkan slip gaji.

“Ini tidak usah, tapi direkomendasi mereka, manajemen Go-Jek, mana yang baik performancenya. Itu juga divalidasi oleh keharusan menabung di kita,” imbuh dia.

Untuk KPR mikro, dia mengatakan supir Go-Jek dapat menerima pinjaman maksimal Rp.75 juta dengan bunga murah. KPR tersebut dapat membeli rumah baru, membangun rumah, dan renovasi. KPR tersebut diberlakukan untuk kelompok.

“Kalau subsidi bunga 5 persen, uang muka 1 persen. Yang (KPR) mikro kita berikan maksimal Rp.75 juta, jangka waktu maksimal 10 tahun, dan bunga saat ini 0,67 persen per bulan. 0,67 persen flat per bulan,” jelas dia.

Adapun kriteria produk ini adalah suku bunga 5 persen hingga jangka waktu kredit berakhir. Jangka waktu kredit paling lama sampai 20 tahun. Harga jual rumah pun diatur pemerintah.

Sedangkan KPR Mikro adalah fasilitas KPR yang diperuntukkan sektor informal. Persyaratan khusus KPR tersebut adalah masyarakat sektor informal minimal 1 tahun tergabung dalam asosiasi, paguyuban, atau koperasi. Asosiasi, paguyuban, dan koperasi yang menaungi sudah berjalan minimal selama 3 tahun.

KPR subsidi sektor informal tersebut akan dilaksanakan lewat Tabungan BTN Payroll sebagai rekening yang akan dipakai untuk beberapa keperluan. Antara lain, persiapan menabung sebelum akad kredit, membayar cicilan KPR setelah akad kredit, dan rekening transaksional lainnya.