Apakah Anda Kelahiran Tahun 1981-1994? Diprediksi Tak Bisa Beli Rumah
Chelsea Olivia Salah Satu Generasi Milenial (Foto: biodataartis)

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Lima tahun ke depan, atau tahun 2021, generasi milenial yang bekerja dan tinggal di Jakarta, terancam tak dapat membeli dan mempunyai rumah. Generasi milenial yang dimaksud yakni mereka yang lahir antara tahun 1981-1994.

Kesimpulan ini, berbanding terbalik dari angka pendapatan kenaikan gaji normal di luar promosi sepanjang tahun 2016 sebanyak 10 persen, dan kenaikan harga rumah dengan angka asumsi minimal 20 persen.

Pendapatan rata-rata generasi milenial sekarang ialah Rp.6.072.111 per bulan. Sedangkan untuk bisa mencicil rumah di Jakarta dengan harga termurah Rp.300 juta, diperlukan pendapatan minimal Rp.7,5 juta per bulan.

“Padahal, kenaikan harga rumah itu kami ambil yang paling minimal saat pasar properti sedang lesu seperti sekarang ini,” papar Country General Manager salah satu situs Indonesia Ignatius Untung melontarkan riset hasil kerja sama dengan salah satu situs kerja tersebut, di Jakarta, Rabu (14/12).

Sementara bila ditelusuri secara historis sejak 2009-2012 yang merupakan era ledakan (booming) properti, kenaikan harga rumah dapat menggapai angka 200 persen, atau 50 persen per tahun.

Untung memperkirakan kenaikan harga rumah dalam lima tahun mendatang sebanyak 150 persen, sedangkan kenaikan pendapatan hanya 60 persen dalam periode yang sama.

Dengan estimasi kenaikan minimal 20 persen per tahun, harga rumah yang sekarang ini seharga Rp.300 juta akan menjadi Rp.750 juta. Bandingkan dengan kisaran penghasilan generasi milenial pada tahun 2021 mendatang yang hanya mencapai Rp.12 juta.

Dengan penghasilan Rp.12 juta ini, generasi milenial tak lagi bisa membeli rumah yang sebenarnya terjangkau oleh mereka sekarang ini.

“Pasalnya, saat harga rumah mencapai Rp.750 juta, cicilan yang harus dibayarkan adalah Rp.5,6 juta per bulan. padahal kemampuan mencicil mereka hanya 30 persen dari pendapatan yakni Rp.3,6 juta per bulan,” jelas Untung.

Jadi, berdasarkan fakta ini, tahun 2021 mendatang generasi milenial dikhawatirkan tidak bisa membeli rumah. “Ini alarm serius buat pemerintah,” imbuh Untung.

Hanya 17 persen

CEO salah satu situs kerja, Dino Martin mengatakan bahwa ada sejumlah fakta menarik yang terungkap dalam riset ini. Di antaranya ialah jumlah populasi profesional milenial yang mampu beli hunian di Jakarta hanya sekitar 1.446 orang dari total 8.510 orang responden dengan penghasilan rata-rata ini di awal artikel.

“Batas atas salary adalah profesional yang bekerja di sektor pertambangan minyak, dan gas yakni Rp.12.099.000 per bulan, dan batas bawah di sektor pendidikan dengan angka Rp.3.840.000 per bulan,” jelas Dino.

Ini artinya, tambah Dino, hanya 17 persen saja dari generasi milenial Jakarta yang mampu membeli dan mempunyai rumah. Itu pun dengan harga termurah Rp.300 juta.

Hasil riset ini sekaligus merepresentasikan bahwa pengelolaan keuangan sudah semestinya jadi prioritas, dan diperhatikan lebih serius. “Kapan harus menabung, kapan harus memenuhi kebutuhan gaya hidup, dan lain-lain,” kata Dino.

(kps)