Soal Sumber Daya Air, PUPR Belajar Ke RRC
Soal Sumber Daya Air, PUPR Belajar Ke RRC (Foto: setkab)

 

RRC, INAPEX.co.id, – Beragam isu pembangunan terutama dalam bidang sumber daya air (SDA) secara intensif dikerjasamakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan Republik Rakyat Cina (RRC).

Cina dipilih sebab memiliki banyak hal yang dapat dipelajari. Selain itu, negeri berpenduduk 1,3 miliar orang ini dinilai memiliki perhatian khusus terhadap isu ketahanan air serta kedaulatan pangan.

 

“Saat ini kita memiliki 231 bendungan dengan total kapasitas tampung 12 miliar meter kubik dan lagi dibangun lagi 49 bendungan baru untuk menambah daya tampung air hingga 7 miliar meter kubik. Jadi kita pun tengah meningkatkan layanan air bersih, irigasi, pengelolaan air limbah, dan lainnya dengan bendungan ini”

 

Dia membangun infrastruktur pengendalian banjir, air bersih perkotaan, penyediaan air baku irigasi, sampai pembangkit tenaga listrik. Bendungan pertamanya pun sudah dibangun 2 abad sebelum masehi dan sampai sekarang masih berfungsi baik.

“Permodelan dan desain bendungan termasuk saluran kami terbukti yang terbaik karena fungsinya maksimal kendati dibangun sudah sangat lama. Saat ini kami memiliki 100 ribu bendungan dengan berbagai ukuran mulai daya tampung 10 ribu hingga 100 juta meter kubik,” imbuh Menteri SDA RRC Chen Lei ketika menerima kunjungan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono di Kantor Kementerian SDA RRC, baru-baru ini.

Di Cina, lanjut Lei, 62 persen bendungan digunakan untuk irigasi. Cakupan layanan air bersih sebanyak 89 persen untuk kawasan perkotaan dan pedesaan sekitar 76 persen. Untuk kota besar seperti Beijing layanan air bersihnya telah mencapai 97 persen, serta pengolahan air limbah 85 persen.

Pengelolaan SDA di Cina terbagi dalam 7 wilayah satuan sungai utama yang meliputi 400 daerah irigasi.

Pengelolaan SDA tersebut dipayungi oleh sejumlah undang-undang (UU) di antaranya UU Pengendalian Banjir, UU Pengendalian Erosi Tanah, UU Air dan Lingkungan, dan nantinya akan diterbitkan lagi UU tentang penghematan air. Intinya, negaranya sangat fokus dalam urusan sumber daya air.

Basuki menuturkan, apa yang dikerjakan Cina ini dapat dijadikan inspirasi untuk pengembangan SDA di Indonesia.

“Saat ini kita memiliki 231 bendungan dengan total kapasitas tampung 12 miliar meter kubik dan lagi dibangun lagi 49 bendungan baru untuk menambah daya tampung air hingga 7 miliar meter kubik. Jadi kita pun tengah meningkatkan layanan air bersih, irigasi, pengelolaan air limbah, dan lainnya dengan bendungan ini,” paparnya.

Sekarang ini proyek bendungan terbesar di dunia ada di RRC, yakni Bendungan Three Gorges.

Bendungan tersebut dibangun selama 12 tahun mampu menampung kapasitas hingga 700 miliar meter kubik untuk pengendalian banjir Sungai Yangtse dan pembangkit listrik berkapasitas 22 ribu megawatt (MW).

Selain itu, energi nasional RRC juga sudah didukung dengan 30 persen dari energi terbarukan dari pembangkit tenaga air.