Ilustrasi pameran Indonesia Properti Expo 2018. (Foto: dok.inapex)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Mengandalkan proyek pembangunan rumah subsidi, developer ini mentargetkan penjualan hingga 17 persen atau tembus Rp.600 miliar.

Developer tersebut yaitu Kalindo Land Group, optimis akan lebih besar dibandingkan realisasi 2017 lalu Rp 500 miliar dengan komposisi market share 25 persen produk bersubsidi dan 75 persen untuk nonsubdisi.

Kemudian, andalan Kalindo diantaranya proyek hunian bersubsidi yang pada tahun lalu berhasil menjual 1.000 unit rumah subsisi dengan nilai transaksi sekitar Rp140 miliar dari tiga proyek hunian yang saat ini masih dipasarkan.

Sementara itu, ketiga proyek itu memasarkan produk gabungan rumah bersubsidi dan nonsubsidi (komersial). Kisaran harganya mulai Rp.200 jutaan hingga Rp1 miliar.

“Kami masih melihat rumah hunian bersubsidi sebagai salah satu andalan untuk meningkatkan angka penjualan tahun ini. Rumah bersubsidi sangat laris, karena tahun lalu kami bisa jual 1.000 unit dari tiga proyek yang kami kembangkan. Target penjualan kami tahun ini Rp 600 miliar dan diharapkan ditopang sekitar 30 dari proyek rumah subsidi. Proyek hunian bersubsidi cukup laris. Tahun lalu kami bisa jual 1.000 unit dari tiga proyek yang kami kembangkan. Target penjualan group kami tahun ini yang mencapai Rp 600 miliar diharapkan ditopang sekitar 30% dari hunian bersubsidi,” ujar Direktur Pemasaran Kalindo Land Group Sentot Sudaryono di Jakarta, baru-baru ini.

Menurutnya, proyek andalan rumah subsidi Kalindo ditahun ini meliputi Permata Nusa Indah Situ Sari di Cileungsi, Bekasi Timur Regency dan Permata Nusa Indah Muktiwari (Cibitung).

Proyek rumah murah ini ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) kalangan pekerja dan karyawan berpenghasilan di bawah Rp 4 juta per bulan.

Dalam kesempatan itu, Manager Marketing Kalindo Land Group, Cecep Prayitno mengakui, harga rumah subsidi mengikuti panduan pemerintah yang menetapkan harga berkisar Rp148,5 juta per unit.

“Tapi, walau ini masuk kategori bersubsidi, konsep huniannya tetap dikelola oleh estate management sehingga konsumen kami harapkan tetap merasa lebih nyaman. Pengelolaan di perumahan bersubsidi ini tidak akan memberatkan penghuni, karena hanya dikenakan biaya iuran perawatan lingkungan berkisar Rp40.000 sampai Rp. 60.000 per bulan,” ujarnya.

Saat ini selain menggarap hunian bersubsidi, Kalindo juga membangun proyek hunian komersial dengan segmen harga Rp200 juta sampai Rp1 miliar.

Masih dikatakan Cecep, terdapat sembilan proyek yang sedang dikembangkan tahun ini, yaitu tiga proyek hunian bersubsidi dan enam proyek hunian komersil, diantaranya Grand Nusa Indah, Vila Bogor Indah, Bekasi Timur Regency, Regency Melati Mas, dan Villa Tangerang Regency.

“Untuk tahun ini, realisasi penjualan sampai Mei lalu sudah mencapai 50 persen dari target yang ditetapkan sehingga ada keyakinan penjualan tahun ini akan berjalan sesuai program yang sudah dibuat,” pungkasnya.