Kuliah di Malang? Ada Apartemen Mahasiswa Lho!
Apartemen Mahasiswa (Foto: apartementamanmelatimalang)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id, – PT Adhi Persada Properti (APP) terus memperluas pembangunan proyek apartemen yang menyasar segmen mahasiswa. Proyek terbaru yang diluncurkan adalah Taman Melati Dinoyo di Jalan MT Haryono, Dinoyo, Malang, Jawa Timur.

Apartemen ini dikembangkan untuk memanfaatkan potensi Kota Malang yang berkembang sebagai kota pendidikan dan wisata.

“Apartemen ini untuk orang tua yang punya anak kuliah di Malang dan kalangan investor karena potensi sewanya sangat besar. Beberapa perguruan tinggi favorit ada di sini seperti Univeristas Brawijaya, Universitas Muhammadiyah, Universitas Negeri Malang, dengan ribuan mahasiswa baru setiap tahunnya,” papar Direktur Pemasaran APP Pulung Prahasto, saat media gathering di Jakarta, Kamis (2/2).

Taman Melati Dinoyo adalah apartemen single tower mencakup 728 unit yang dibangun di lahan seluas 4.800 m2.

Tersedia dua tipe yang ditawarkan: studio (22 m2) dan 2 kamar (44,5 m2) mulai dari Rp.300 jutaan.

Menurut Pulung, apartemennya telah terpesan 50 persen dan targetnya serah terima kepada konsumen tahun 2019.

Hunian ini mengusung konsep smart & natural living dengan fasilitas internet super cepat untuk mendukung kebutuhan mahasiswa pada umumnya.

Konsep bangunannya ramah lingkungan dengan menyediakan ruang terbuka cukup dan sky garden di beberapa lantai. Fasilitas ini diharapkan menjadi tempat sosialisasi penghuni apartemen dan mendukung kenyamanan belajar.

“Sektor pendidikan memberikan imbas sangat baik bagi perkembangan bisnis properti. Dengan lokasi, fasilitas, dan konsep yang mendukung  apartemen akan menjadi kampus kedua bagi para mahasiswa. Karena itu kami optimistis konsep apartemen mahasiswa masih akan berkembang,” jelasnya.

Terlepas dari itu, pada kesempatan berbeda, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan Rp.8,2 triliun untuk pembangunan rumah susun (rusun) di perkotaan dan rumah khusus (rusus) di kawasan perbatasan Indonesia.

Alokasi dana tersebut nyaris seluruhnya akan dipakai untuk pembangunan fisik baik vertikal maupun horizontal.

Menurut Dirjen Penyediaan Perumahan Menteri PUPR Syarif Burhanuddin, untuk mengembangkan rusun dan rusus ini Ditjen Perumahan PUPR membentuk satuan kerja (Satker) Pengembangan Perumahan.

“Satker ini jadi ujung tombak Ditjen Penyediaan Perumahan untuk membangun rusun dan rusus bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Ini dua satker yang disatukan untuk mempermudah koordinasi pembangunan perumahan,” kata Dirjen Penyediaan Perumahan Menteri PUPR Syarif Burhanuddin, di Kantor PUPR Jakarta.