Menteri BUMN Rino Soemarno saat meninjau langsung sejumlah stand pameran IPEX 2019. (Foto: dok.inapex)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Banyak kesempatan untuk miliki rumah sendiri yang ditawarkan selama pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) 2019, mulai dari kemudahan pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) hingga cicilan rumah hanya Rp.900 ribuan.

Seiring terus meningkatnya harga properti, kesempatan ini bisa dimanfaatkan khususnya untuk masyarakat kelas menengah ke bawah mulai 2 – 10 Februari 2019 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan.

Dalam pameran terbesar di Indonesia ini banyak keuntungan yang bisa dimanfaatkan karena tak sedikit pengembang yang menawarkan rumah-rumah yang disubsidi oleh pemerintah.

Sebagian di antaranya berkumpul di Hall B JCC disantaranya ada peserta PT Prima Tossa Perkasa, menawarkan uang muka atau down payment (DP) hanya Rp 1,5 juta untuk rumah tipe 22/60 di Tambun Utara, Bekasi.

Uang cicilan pun hanya dikisaran Rp 900.000 untuk calon pembeli usia 20 tahun. Adapun PT Bumi Pratama Cemerlang menawarkan rumah subsidi tipe 30/60 dengan uang muka Rp 1,4 juta dan cicilan Rp 869.300 selama 25 tahun di Leuwisadeng, Kabupaten Bogor.

Masih disekitar stand FLPP, PT Nusagilang Idaman menawarkan rumah subsidi tipe 30/60 di Cileces, Tangerang. Uang muka yang ditawarkan hanya Rp 8 juta dan cicilan Rp 1 jutaan selama 20 tahun.

Dalam kesempatan itu, Vice Direktur PT. Adhouse Clarion Events Igad Permana sebagai penyelenggara IPEX membenarkan, adanya rumah subsidi yang tersebar disejumlah wilayah masih banyak diminati, termasuk generasi milenial dan pasangan yang baru menikah. Sebab, harganya yang relatif lebih murah dibanding rumah nonsubsidi.

“Sebenarnya tak hanya rumah subsidi yang banyak diminati, tapi proyek hunian komersilpun juga tak kalah permintaan. Karena yang berkunjung di pameran ini bukan saja beli rumah untuk dihuni tapi juga tak sedikit orang yang ingin investasi properti,” katanya.

Sementara, dalam opening seremoni pameran IPEX 2019 yang dibuka langsung oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno diharapkan para pengembang serta pihak Bank Tabungan Negara (BTN) bisa mempertimbangkan aspek kepentingan masyarakat dalam memenuhi permintaan properti.

“Jadi memang di Indonesia ini kebutuhan untuk tempat tingal masih banyak sekali backlog dan memang terutama untuk milenial. Misalnya yang baru nikah mereka biasanya cari tempat dan itu yang dibutuhkan,” ujar Menteri BUMN Rini Soemarno usai meresmikan pameran di JCC Senayan, Sabtu (2/2/2019).

Lebih lanjut dikatakan Rini, BTN sebaiknya juga memperhatikan aspek pembiayaan yang bisa mendukung kepentingan dan kebutuhan untuk masyarakat.

“Makanya saya keliling booth di sini selalu tanyakan bahwa apa dekat (propertinya) dengan transportasi publik? Harganya berapa kalau pakai angkot? Ini yang saya minta juga ke BTN memberikan pembiayaan kepada developer-developer harus memperhatikan juga fasilitas pendukungnya seperti transportasi, ruangan anak bermain dan sebagainya,” tegas Rini.