Ilustrasi pengunjung Indonesia Properti Expo 2017. (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Sinyal perbaikan ekonomi nasional tak hanya tingkat inflasi dikisaran 5,1%, namun pada bulan Agustus 2017 nanti penjualan properti di Jabodetabek diyakini bakal bangkit lagi.

Kondisi ini menambah optimisme sejumlah kalangan bahwa sektor properti dan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) segera tumbuh signifikan.

Pengamat bisnis properti sekaligus sebagai pendiri portal berita investasi INAPEX.co.id Toerangga Putra membenarkan, kondisi inflasi yang baik merupakan peluang bagi developer. Karena, industri properti memiliki potensi besar untuk segera bangkit.

“Kenapa harus dibulan Agustus, karena saat ini prosentasi KPR merupakan yang terbesar dibandingkan dengan kredit sektor lainnya. Jadi kemungkinan penjualan properti itu meningkat dapat diprediksi ketia ajang promosi dan transaksi hanya di pesta KPR BTN Merdeka di pameran Indonesia Properti Expo 2017,” kata Pengamat bisnis properti sekaligus sebagai pendiri portal berita investasi INAPEX.co.id Toerangga Putra membenarkan, di Jakarta, Jum’at (26/5).

Sementara itu, sejumlah perbankan tidak menyangkal bila selama ini antara satu bank dengan lainnya menawarkan KPR dengan platform dan bunga yang berbeda.

Sebab, sumber dana yang didapat masing-masing bank juga berbeda. Bahkan merupakan hal yang mustahil bank mau merugi, memberikan kredit dengan bunga dibawah cost of fund (biaya dana) yang didapatkan dari pihak ketiga.

Kepala Divisi Konsumer PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Sutadi Prayitno mengaku, industri properti nasional ke depan bakal tumbuh sebesar 12 persen hingga 13 persen seiring dengan kian jelasnya tanda-tanda perbaikan ekonomi.

“Bila sikap optimisme industri properti secara bertahap dan konsisten bisa diwujudkan mulai paruh kedua tahun ini, diharapkan backlog rumah akan tuntas pada 2030 mendatang,” katanya.

Sutadi mengungkapkan, selama ini pihaknya terus berupaya mengatasi stagnasi pasar yang terjadi di beberapa wilayah. Selain menawarkan program-program yang lebih kreatif dan inovatif kepada nasabah, kini layanan KPR Bank BRI juga menyebar lebih luas ke hampir 500 kantor cabang di seluruh Indonesia.

Hasilnya terbilang fantastis, dimana sepanjang periode Januari -April 2017, portofolio KPR-nya meningkat hingga dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. “Tahun lalu angka KPR kami masih sebesar Rp400-500 miliar per bulan, selama empat bulan ini rata-rata mencapai Rp850-950 miliar per bulan,” ujarnya.