927 Pengemudi Go-Jek Serbu Cicilan Rumah Rp.40 Ribuan
Pengemudi Go-Jek Ajukan KPR (Foto: infobanknews)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Penyedia layanan transportasi online Go-Jek patut dicatat sebagai fenomena baru di dunia bisnis Indonesia. Tidak hanya sebagai kampiun transportasi berbasis online di Indonesia, mitra Go-Jek yakni pengemudi motor dan mobil, sekarang dapat menikmati fasilitas pembiayaan dari bank.

Ini menyusul kerja sama Go-Jek dengan Bank BTN yang akan menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR) kepada para pengemudi. Ini juga menjadi fenomena baru di dunia perbankan sebab profesi pengemudi salah satu pekerja informal yang selama ini kesusahan memperoleh pembiayaan perbankan.

“Para pekerja mitra kami termasuk pekerja informal yang sering kali tidak bankable sehingga sulit mengakses produk perbankan. Dengan kerja sama ini para mitra menjadi lebih mudah mendapatkan pembiayaan dari perbankan,” ujar CEO Go-Jek Indonesia Nadiem Makarim, saat penandatanganan kerja sama dengan Bank BTN di Jakarta, baru-baru ini.

Menurut Direktur Bank BTN Handayani, kerja sama tersebut sesuai dengan visi BTN untuk meningkatkan inklusi keuangan.

“Ini bisa mempercepat program perumahan karena pengemudi Go-Jek bisa mendapatkan fasilitas pembiayaan rumah dengan depe ringan dan bunga terjangkau,” imbuhnya.

Pembiayaan yang akan diperoleh pengemudi Go-Jek ialah program KPR fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) yang disubsidi pemerintah dengan bunga 5 persen sampai lunas dan DP ringan 1 persen.

Handayani membeberkan bahwa untuk dapat menikmati fasilitas KPR FLPP para driver Go-Jek hanya menyisihkan uang Rp.42 ribu/hari. Sampai awal Mei 2017 mitra Go-Jek yang telah tercatat ikut program ini sebanyak 927 orang.

Selain dengan BTN, Go-Jek juga bekerja sama dengan Bank Permata Syariah dan Bank BNI Syariah.

Bank Permata Syariah menawarkan program Tabungan Haji dengan menabung Rp.15 -30 ribu/hari dengan peserta sebanyak 162 orang.

Sementara Bank BNI Syariah menawarkan Tabungan Umrah dengan menabung Rp.25 -35 ribu/hari dengan peserta 126 orang.

Rumah Pertama

Dalam pembelian hunian pertama, tentu merasa bingung. Akan tetapi, sebenarnya rencana baik tersebut jangan dijadikan suatu masalah, karena ada solusi tepat yang bagus dijadikan bahan pertimbangan penting.

Salah satunya ialah mencari ulasan tentang properti rumah yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia.

Tidak hanya itu, rutin mengejar informasi seputar perumahan yang diincar serta cara mengajukan kredit pembelian rumah, supaya tak salah dalam mengambil keputusan Anda juga dituntut untuk lebih berhati-hati dalam melangkah.

Berikut lima kesalahan yang sering dilakukan oleh pembeli rumah pertama.

  1. Terlalu banyak menghabiskan uang
  2. Menghitung pendapatan dari perkiraan bonus atau kenaikan gaji yang tidak pasti
  3. Tidak memperhitungkan biaya ekstra dalam keseharian
  4. Tidak melibatkan ahli dalam proses survei
  5. Mudah percaya atau terlalu takut kepada marketing developer