Tidak Ada Kata Putus Asa Untuk Membeli Rumah Impian
Ilustrasi (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Dapat dipastikan bila mendengar kalimat renovasi akan terkesan rumah bakal berantakan serta menimbulkan rasa tidak nyaman bagi setiap pemilik hunian tersebut. Apalagi melihat kondisi terlihat semrawut, banyak persoalan yang harus dipertimbangkan sebelum mulai melakukan renovasi.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, misalnya menggunakan jasa renovasi akan menelan biaya yang tidak sedikit. Kendati demikian, masih bisa berhemat uang jika bisa dilakukan pekerjaan itu dengan sendiri.

Agar berjalan lancar dengan memanfaatkan bujet serta meminimalisir membengkaknya biaya renovasi, dapat diterapkan sejumlah poin-poin melalui perencanaan yang lebih efektif. Berikut terdapat 7 poin yang harus diperhatikan saat ingin melakukan renovasi rumah agar bujet yang dikeluarkan tidak melambung tinggi tetapi hasilnya maksimal:

1. RISET
Luangkan waktu untuk mengobrol dengan teman, keluarga, dan tetangga tentang pengalaman mereka saat merenovasi rumah dan tantangan yang mereka hadapi selama proses tersebut.

Memiliki banyak informasi dari orang lain yang sudah pernah merenovasi rumah akan sangat membantu Anda dalam melakukan perencanaan. Informasi ini dapat mengubah pandangan Anda tentang proses renovasi.

2. MINIMALISIR PENGELUARAN
Karena ingin merenovasi rumah secara efektif, penting bagi Anda untuk memutuskan jumlah pengeluaran/batas pengeluaran maksimal. Jadi, Anda dapat mempersiapkan anggaran yang diperlukan sehingga peluang kekurangan anggaran saat proses renovasi sedang berlangsung dapat diminimalisasi.

Selain itu, Anda juga dapat mempertimbangkan biaya struktur bangunan yang sesuai dengan anggaran tetapi kualitasnya tetap baik.

3. EFISIENSI RUANG
Jika Anda dapat menata ulang rumah, buat apa Anda memperbesar rumah? Memperbesar ukuran suatu ruangan justru membutuhkan anggaran yang jauh lebih mahal.

Misalnya, Anda merasa dapur terlalu sempit dan tidak dapat menampung semua peralatan dapur. Daripada memperbesar ukuran dapur, lebih hemat jika membeli kabinet baru yang ukurannya lebih tinggi dan besar, atau bisa juga membeli kabinet susun yang dapat menghemat ruang di dapur.

4. MENCARI ARSISTEK
Setiap pekerja pasti punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Begitu pula dengan pekerja desain dan konstruksi rumah, tidak semuanya memiliki kualitas yang baik.

Agar proses renovasi rumah dapat berjalan sesuai keinginan, pilihlah arsitek, kontraktor, dan tukang bangunan yang memiliki kinerja bagus.

Anda dapat mencarinya melalui referensi teman dari mulut ke mulut, atau dari internet, seperti misalnya melalui situs pencari jasa arsitek.

5. PRIORITASKAN TAHAP RENOVASI
Saat merenovasi rumah, jangan sampai merusak atau mengotori struktur bangunan lainnya. Anda harus dapat mengurutkan bagian mana yang harus direnovasi terlebih dahulu.

Misalnya, mengecat langit-langit rumah harus didahulukan sebelum memasang lantai parket yang baru. Selain itu, prioritas urutan renovasi juga dapat membantu Anda yang memiliki anggaran terbatas karena dapat mencicil bagian mana yang harus direnovasi terlebih dahulu.

6. PENGAWASAN
Jika kontraktor memberi tahu bahwa Anda hanya perlu datang seminggu sekali. Jangan percaya! Anda perlu mengawasinya setiap hari, kecuali Anda memiliki kontraktor yang sangat bisa dipercaya untuk merenovasi.

Kesalahan dan ketidaksesuaian pasti akan terjadi dan Anda perlu memastikan bahwa Anda ada di sana untuk meminta perbaikan. Semakin lama kesalahan itu tidak terlihat, semakin mahal biaya untuk memperbaikinya.

7. DEKORASI
Dalam dunia kontruksi bangunan, pekerjaan akan dimulai dari yang paling besar, baru setelah itu mereka mengerjakan detail yang dirasa lebih mudah. Setelah bagian renovasi fisik selesai, saatnya akhiri dengan dekorasi, flooring, dan tiling. Misalnya, saat memperbaiki tembok yang retak dan rembes, harus mengakhirinya dengan pengecatan ulang atau pemasangan ulang wallpaper pada tembok tersebut.