Ketua Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Sulawesi Tengah Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Mohammad Hidayat Lamakarate, dan Wakil Walikota Palu Sigit Purnomo saat meninjau hunian sementara (Huntara). (Foto: PUPR)

PALU, INAPEX.co.idSedikitnya ada 136 dari total 699 unit rumah yang dibagun sebagai hunian sementara di Kecamatan Palu Barat, Kota Palu mulai dihuni sebanyak 29 kepala keluarga (KK).

Proyek hunian ini sebelumnya telah dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bagi korban bencana gempa bumi di Kota Palu.

Peresmian penghunian pertama dilakukan bersama Ketua Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Sulawesi Tengah Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Mohammad Hidayat Lamakarate, dan Wakil Walikota Palu Sigit Purnomo.

Lebih lanjut Arie Setiadi Moerwanto menjelaskan, bahwa di Kelurahan Silae sudah berdiri 10 unit huntara yang setiap unit terdiri atas 12 bilik dan setiap bilik ditempati satu KK.

“Ini yang pertama kita lakukan pemindahan pengungsi dari shelter pengungsian ke huntara. Tiap bilik dapat menampung sampai lima anggota keluarga. Untuk hari ini 29 KK dulu sambil kita mengevaluasi melalui respon pengungsi yang menempati huntara itu,” jelas Arie.

Huntara di lokasi itu dilengkapi sejumlah fasilitas seperti MCK umum, lampu penerangan dan tempat penampungan air bersih. Dalam tiap bilik juga dilengkapi kasur, kompor gas dan beras lima liter bagi penghuni yang disediakan oleh Kementerian Sosial (Kemensos).

Pembangunan 699 unit huntara ditargetkan rampung pada akhir Desember 2018. Pembangunan huntara tersebar di Kota Palu (288 unit), Kabupaten Sigi (233 unit) dan Kabupaten Donggala (188 unit).

Jumlah ini merupakan tahap I dari total 1.200 huntara yang akan dibangun Kementerian PUPR. Untuk pembangunan huntara sisanya masih menunggu kesiapan lahan dari Pemerintah Daerah Provinsi, Kabupaten dan Kota.

Selain huntara, tengah disiapkan pembangunan hunian tetap (Huntap) di 4 lokasi yakni di Kelurahan Duyu, Petobo dan Tondo di Kota Palu dan Kelurahan Pombewe di Kabupaten Sigi.

Penetapan lokasi huntap akan mengacu pada masterplan yang tengah disusun oleh Kementerian PUPR bersama Kementerian/Lembaga lainnya sehingga pembangunan kawasan permukiman relokasi korban bencana tangguh bencana sesuai dengan prinsip Build Back Better.

Secara terpisah, terkait musibah bencana alam di Sulawesi Tengah, PT. Adhouse Clarion Events (ACE) membuka kotak ‘Peduli Korban Gempa dan Tsunami Palu – Donggala’ di pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) 2018.

Kegiatan sosial tersebut berlangsung selama 2 hari di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan serta disalurkan melalui Asosiasi Perusahaan Penyelenggara Pameran dan Konvensi Indonesia (Asperapi).

“Kami ucapkan terimakasih kepada para pengunjung pameran IPEX 2018 yang tulus hatinya untuk peduli korban gempa tsunami Palu-Donggala. Sumbangan itu terkumpul sebesar Rp.4 Juta Rupiah dan akan disalurkan lewat ASPERASI,” kata Vice Presidence PT. ACE Igad Permana.

Masyarakat pengunjung yang hadir di pameran properti terlihat antusias membantu menyisihkan rezekinya dengan memberikan sumbangan melalui kotak yang disiapkan dipintu masuk.

“Kegiatan pengumpulan dana bantuan ini merupakan rangkaian aksi kepedulian kami terhadap para korban gempa dan tsunami. Bagi yang ingin partisipasi juga bisa ditransfer ke Rekening ASPERASI, Atasnama Ratnawati Ngadimin (Wakil Bendahara Umum) Bank BCA No Rekening: 753,0144.733,” pungkasnya.