6 Hal yang Belum Diketahui Penonton Beauty And The Beast!
Beauty And The Beast (Foto: monkeygoosemagazine)

 

INAPEX.co.id, РBeauty And The Beast yang baru saja tayang di bioskop-bioskop Indonesia menjadi salah satu Film Disney yang dinanti-nantikan kehadirannya.

Dongeng klasik ini digarap secara modern mengisahkan tentang seorang putri cantik jelita yang jatuh cinta dengan seorang monster buruk rupa yang ternyata adalah pria tampan yang dikutuk.

Film yang diperankan Emma Watson dan Dan Stevens disutradarai oleh Bill Condon yang pernah memenangkan penghargaan Oscar.

Untuk menyajikan visualisasi indah dan bagus, desainer produksi Sarah Greenwood mengembangkan konsep-konsep matang pada semua tempat adegan film tersebut.

 

6 Hal yang Belum Diketahui Penonton Beauty And The Beast!
6 Gaya Interior di Film Beauty And The Beast (Foto: ist)

 

Penasaran bagaimana detil desain interior set syutingnya? Simak ulasan-ulasan berikut ini.

  1. Tim produksi membangun kota fiksi dengan nama Villeneuve yang sebenarnya adalah tempat set syuting Shepperton Studios di London. Set syuting tersebut mencontoh kondisi kota Conques yang terletak di Perancis Selatan. Disinilah tempat Belle (Emma Watson) lahir dan tumbuh besar.
  2. Tempat kerja Maurice sebagai ayah Belle (diperankan oleh Kevin Kline) tergolong sempit tetapi bisa di desain sedetil mungkin oleh tim produksi. Desain jam dinding pun terinspirasi dari jam tangan abad 18 karya Johann Melchior Dinglinger berkebangsaan Jerman.
  3. Adapun interior istana, desainnya adalah campuran berbagai gaya arsitektur. Pada kamar tidur Belle, dindingnya dihias wallpaper dan perabot model klasik.
  4. Adegan dansa Belle dan Beast merupakan adegan yang paling ditunggu-tunggu dan sangat menakjubkan. Ruangan dansa dibalut lantai keramik marbel dan plafon bermotif mencontoh gaya Benedictine Abbey di Republik Ceko. Bangunan tersebut seluas 12.000 dihiasi lampu gantung.
  5. Untuk ruang perpustakaan di istana, tim produksi mencontoh pengaturan perpustakaan Biblioteca Joanina yang terletak di Coimbra, Portugal. Ruangannya dipenuhi ratusan buku yang dibuat kustom khusus untuk keperluan syuting film ini.
  6. Terakhir, bagian barat istana, yang merupakan tempat tinggal Pangeran Beast, di desain dengan sentuhan Italia Baroque untuk memberi atmosfer gelap dan kelam.

Perlu diketahui, gaya Italian Baroque adalah salah satu referensi desain interior yang memancarkan kemewahan pada periode Baroque di Italia, tepatnya pada abad 17 hingga 18. Pemilihan desain klasik tersebut bukan tanpa alasan, pasalnya film animasi tersebut merujuk pada latar belakang ceritanya yang klasik.

Gimana? Tertarik mengisi perabotan rumah dengan gaya klasik? Mulai hunting penjual furniture yang Anda percaya dan senangi. Jangan lupa, sesuaikan budget dan perhatikan kembali kualitasnya. Harga murah tapi cepat rusak akan membuat pengeluaran menjadi berlipat ganda.

Pilihlah dengan cermat ya!