Junita Luciana Grace Tangkere Sales Executive Permata Sakti Mandiri. (Foto: ist)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Setelah 42 tahun berkiprah, pengembang properti Badan Umum Milik Nengara (BUMN) ini lebih mengoptimalkan pembangunan rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Kebutuhan akan perumahan nasional menjadi tugas yang sangat penting bagi perumnas sebagai BUMN yang telah berkiprah selama 42 tahun. Perumnas siap berinovasi dan memenuhi kebutuhan akan perumahan rakyat, khususnya untuk MBR,” tegas Direktur Pemasaran Perumnas Muhammad Nawir, di Jakarta, baru-baru ini.

Sejumlah proyek Perumnas, masih dikatakan Nawir, sudah menunjukkan progres dalam pembangunannya adalah seperti sudah dilakukannya topping off (penutupan atap) untuk menara pertama apartemen Grand Sentraland Karawang.

“Proyek mixed use, yang menggabungkan hunian dan komersial dari rencana empat menara bakal memiliki fasilitas lengkap dan harga unit yang terjangkau Rp 199 juta per unit,” tambah Nawir.

Selain proyek tersebut, Perumnas juga menyiapkan hunian murah di kawasan Cengkareng yang diberi nama Sentraland Cengkareng dengan menyiapkan show unit dan marketing Gallery apartemen Sentraland Cengkareng. Proyek yang dibangun diatas lahan seluas 4,5 hektare (ha) ini akan terdiri dari 5 menara dengan total 4.000 unit dengan harga Rp 240 jutaan.

“Karena ketersediaan lahan yang semakin edikit, seperti halnya Jakarta dan sekitarnya, Perumnas berinovasi untuk membangun rumah susun dengan konsep mixed use antara hunian dan juga komersial. Namun harga yang ditawarkan tetap terjangkau dengan MBR,” kata Nawir.

Selain itu, Perumnas juuga sudah mulai meluncurkan menara A5 Rusunami di Kemayoran Jakarta. Lebih lanjut dikatakan Nawir, hunian rumah susun di Kemayoran ini dapat dijadikan sebagai hunian pilihan bagi MBR. Selain sudah siap huni dan harganya yang subsidi, sehingga bunganya fixed hingga lunas. Untuk menara ini, sudah dibangun sebanyak 322 unit.

Pembagunan rumah susun ini juga sejalan dengan peran perumnas sebagai holding perumahan dan penguatan perumnas yang diatur dalam PP Nomor 83 tahun 2015 sebagai pengembang perumahan dan kawasan permukiman serta rumah rusun.

“Diharapkan dengan pemenuhan kebutuhan hunian melalui pemabngunan rumah susun ini dapat menjawab tantangan masalah backlog perumahan, sekaligus mewujudkan program sejuta rumah bagi MBR,” jelasnya.