4 Hal Ini Menjadi Pertimbangan Utama Saat Membeli Rumah
Ilustrasi (Foto: enalquiler)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Jones Lang LaSelle (JLL) melihat perkembangan perumahan sedang berlangsung dengan luasan yang bervariasi di sekitar Jakarta, seperti Bekasi, Tangerang, Parung, Maja, Depok, dan Bogor.

Head of Research Jones Lang LaSelle (JLL) James Taylor mengatakan bahwa total luas pengembangan perumahan ini mencapai 50.000 hektar.

“Dari segi harga, rumah Rp.600 juta-Rp.1,3 miliar paling banyak dipasarkan dengan tingkat penjualan 58 persen,” imbuh James saat paparan di Kantor JLL, Jakarta, Rabu (19/7).

Dia menuturkan bahwa dari segi luasan, rumah terpopuler, yaitu dengan 2-3 kamar tidur. Sementara itu, faktor-faktor yang saat ini banyak memengaruhi keputusan konsumen membeli rumah diantaranya harga yang kurang dari Rp.2 miliar.

Kemudian, pembeli juga memerhatikan reputasi pengembang yang membangun perumahan itu.

“Faktor selanjutnya, pembeli akan melihat aksesibilitas atau tingkat kedekatan proyek dengan transportasi publik, ” jelas James.

Pembeli, tambah dia, juga tertarik dengan fasilitas yang ada di perumahan itu. Selanjutnya, pertimbangan konsumen dalam membeli rumah seperti kualitas pengembangan yang baik.

Masih berdasarkan hasil riset JLL, kini jumlah rumah yang sedang dipasarkan di Bodetabek-Banten sekitar 3.156 unit. Sedangkan rumah-rumah yang baru diluncurkan sebanyak 5.430 unit.

Terlepas dari itu, pada kesempatan berbeda, Perum Perumnas telah meresmikan rumah contoh yang dibangun dengan sistem prefabrikasi atau precast.

Dengan prefabrikasi, kontruksi dasar rumah dapat dibangun dalam waktu tiga jam. Untuk penyelesaiannya, rumah ini memakan waktu kurang dari dua minggu.

Waktu pembangunannya yang cukup singkat, Direktur Korporasi dan Pengembangan Bisnis Galih Prahananto mengharapkan, rumah precastini mampu mendukung pengembangan Sejuta Rumah.

“Ide awal precast ini adalah karena target pembangunan tiap tahun tinggi. Jadi kalau target sekarang 27.000 unit, suatu saat nanti mungkin 100.000 unit per tahun. Berdasarkan keinginan pemerintah, sumbangsih sejuta rumah besar,” jelas Galih pada jumpa pers di Kantor Perumnas Regional III di Klender, Jakarta Timur, baru-baru ini.

Dia menuturkan, Perumnas sudah ditunjuk pemerintah untuk menjadi pengembang perumahan nasional. Hal ini mengingat kebutuhan perumahan rakyat masih sangat besar sekitar 11 juta unit dengan penambahan kebutuhan rumah tiap tahun sebesar 800.000 unit.

Dengan demikian, kecepatan pembangunan rumah dibutuhkan untuk mendorong pemenuhan kebutuhan masyarakat khususnya yang berpenghasilan rendah.

“Kelebihan precast ini masa konstruksinya sangat singkat, sekitar dua minggu, bahkan bisa lebih cepat dari itu,” imbuh Galih.

Dia mengatakan, tidak hanya unggul dalam kecepatan, pembangunan rumah precast juga memangkas penggunaan tenaga kerja, serta pengurangan tenaga kerja bisa mencapai 50 persen.